Powered by Blogger.

Search This Blog

Tanyalah Kepada Penulis Skenario Terhebat Di Dunia

Kisah ini dimulai sekitar 30 hari yang lalu, mungkin seperti itu pendapat dari sebagian orang terdekatku termasuk aku. Tapi aku lupa bahwa kisah ini sudah ditulis-Nya sejak pertama kali aku bernafas.
Aku selalu penasaran bagaimana akhir kisah perjalananku ini. Bagaimana dan dimana akan bermuara.


Aku sempat berhenti sejenak untuk menyimak. Tanpa diketahui siapapun termasuk dia yang paling dekat denganku. Aku berada di titik terlelah dalam sebuah perjalanan panjang. Perjalanan miliku sendiri, itu yang pada akhirnya aku sadari. Iya ini perjalananku. Dalam jeda aku memperhatikan sekelilingku. Memperhatikan setiap detail yang aku lewatkan. Setiap hal yang sebelumnya ku ingkari hhmm...yang ku toleransi, karena aku mengira dapat menerimanya sebagai bagian dari perjalanan. Aku salah. Aku tidak siap bertoleransi terhadap itu semua.
Aku pun memperhatikan diriku sendiri. Bercermin merenungi apa yang salah dari aku. Jawabannya adalah meminta. Aku terlalu banyak meminta. Lebih tepatnya salah meminta. Karena lupa siapa yang lebih punya kuasa atas perjalanan ini atas kisah ku ini.
Minta lah kepada Dia Yang Maha Kuasa. Tanya lah bagaimana kisah ini selanjutnya. Itu yang belum aku lakukan sampai sebulan lalu.
Kemudian aku mulai berjalan kembali, perlahan. Ketika itu aku dipertemukan dengan seseorang. Dihadapkan pada 2 pilihan. Meninggalkan atau terus berjalan. Aku sampai pada keputusan meninggalkan untuk terus berjalan.
Memilih adalah hal yang terberat setelah menunggu. Tidak mungkin semudah kamu memilih manisnya gula daripada pahitnya jamu.
Aku bertanya pada Sang Penulis, biar jawaban datang dari-Nya. Benar saja, kemudian aku memutuskan dengan mantap. Lalu apa yang selama ini aku pertanyakan satu persatu menemukan pasangan jawaban. Tidak perlu menunggu terlalu lama, tidak perlu banyak meminta, tidak perlu galau-galauan. Semuanya terjadi dengan cepat.
Kalau sudah berupaya dan berdoa tetapi masih belum sampai ditujuan, maka berserah jadi bagian penutup dari perjalanan.
Allah merahasiakan masa depan, untuk menguji kita agar berprasangka terbaik, berencana terbaik, berupaya terbaik, bersyukur dan bersabar. Hmmm...sudah berusaha bersabar tetapi ujungnya kecewa. Sudah berusaha mencari titik temu malah ternyata dijauhkan. Sementara yang jauh malah didekatkan dengan cara yang tidak diduga-duga. AllahuAkbar.

Allah mendekatkan seseorang. Aa adalah serendipiti. Didekatkan atau dipertemukannya aku dan dia adalah kebahagiaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Allah memang penulis sekenario terhebat di dunia. Apa yang Allah kehendaki terjadi maka terjadi lah.


No comments