Powered by Blogger.

Search This Blog

Cerita Ibu Amelia: 2 Rahasia Agar Tetap Cantik Di Usia Cantik


Hello beautiful ladies!!

Awalnya bingung apa yang harus saya ceritakan mengenai usia cantik, karena saya (ehem..😎) belum memasuki usia cantik. Tetapi ternyata inspirasi bisa datang kapan saja dan dari siapa saja. Inspirasi datang ketika saya memperhatikan semua rekan kerja wanita di kantor. Wanita di tempat saya bekerja merupakan kaum minoritas hanya ada 11 orang dari total sekitar 100 karyawan. Walau minoritas kami para wanita selalu merasa mayoritas (namanya juga ibu-ibu yah rame..). Kami sering kumpul untuk sekedar mengobrol, berbagi informasi atau bahkan membuat kegiatan nonton film bareng di hari jumat (sementara para bapak-bapak sedang shalat Jumat). Saya kagum dengan masing-masing pribadi wanita yang bekerja disini. Tetapi ada satu yang paling menginspirasi saya yaitu Ibu Amelia. Beliau sudah memasuki usia cantik dan bersedia membagi cerita usia cantiknya kepada saya.
Bagi saya ibu Amel adalah gambaran sempurna seorang ibu sekaligus wanita karir yang sukses. Ibu Amelia memiliki seorang putra bernama Jeremy usia 10 tahun dan seorang putri bernama Felice usia 8 tahun. Saat ini beliau bekerja sebagai sales manager untuk aplikasi functional filler (gak usah difikirin ini makanan jenis apa ya..hehehe) di sebuah perusahaan multinasional. Mengawali karir bekerja tahun 1999, setelah lulus kuliah D3 dari Universitas Trisakti jurusan accounting. Kemudian pertengahan tahun 2000 pindah ke perusahaan tempat saya bekerja ini. Saat itu beliau mengawali karir sebagai sales admin. Pada tahun 2008 akhir, beliau mendapat challenge menjadi sales. Sulit awalnya menerima challenge tersebut, karena saat itu Felice baru berusia kurang dari 6 bulan. “Pilihan sulit memang tetapi setelah berdiskusi dengan suami dan suami mengizinkan, lalu saya ambil tawaran menjadi sales tersebut”.
Bu Amelia dengan rutinitas pekerjaan
  • Sulit gak sih menjadi ibu yang sekaligus bekerja?
Dari cerita beliau, sang suami memang sudah mengizinkan beliau tetap bekerja setelah menikah. Karena keputusan tersebut beliau dan suami juga memilih tempat tinggal yang dekat dengan kantor, agar tidak memakan waktu banyak diperjalanan. Beliau berusaha mengatur waktu sebaik mungkin, antara waktu bekerja dengan waktu bersama anak. Pada weekdays sepulang kerja beliau selalu menemani anak-anak belajar atau sekedar mendengarkan cerita mereka sampai mereka tidur. Hal yang sulit dilakukan setelah seharian bekerja pasti ada rasa lelah, tetapi yang utama bagi beliau adalah anak-anaknya. Lagipula menurut cerita, beliau masih bisa memiliki me time ketika anak-anak sudah tidur. Pada saat weekend, baru lah beliau mengajak anak-anak bermain atau berekreasi sekeluarga. Pernah sekali anak-anak menanyakan kenapa mamah mereka harus bekerja. Beliau memberikan penjelasan yang dapat diterima oleh anak-anaknya dan dengan pengaturan waktu yang beliau terapkan itu, anak-anaknya saat ini sudah bisa mengerti kondisi beliau yang bekerja. 
Kebersamaan dengan keluarga (doc. pribadi)

Akhir-akhir ini banyak perdebatan mengenai ibu rumah tangga dan ibu bekerja. Banyak orang bilang ibu yang bekerja anak-anaknya tidak akan terurus. Saya menanyakan pendapat beliau mengenai itu. Menurut beliau semua itu pilihan, bekerja atau dirumah. Karena ada juga ibu rumah tangga yang anaknya juga tidak terurus baik dalam hal pendidikan sekolah atau pendidikan moral begitu juga sebaliknya mungkin. Jadi semua kembali ke pribadi masing-masing orang, si ibu itu sendiri. Hal terpenting adalah bagaimana dia bisa berperan sebagai seorang ibu yang baik untuk anaknya dengan cara apapun, dengan menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja.
"Anak-anak adalah yang utama" (doc. pribadi)

“Pohon yang bagus itu dilihat dari buahnya. Seperti itu lah keberhasilan menjadi orang tua dilihat dari kepribadian anak-anaknya”

Buat saya mengenai ibu rumah tangga dan ibu bekerja itu bukan hal yang harus diperdebatkan. Setiap orang memiliki pilihan masing-masing dalam hidup dan sudah pasti siap dengan konsekuensi dari pilihannya tersebut. Bagaimana bisa seorang wanita menyebut wanita lain tidak pantas menjadi ibu karena dia bekerja atau karena menjadi ibu rumah tangga saja. Sesama wanita seharusnya paling mengerti apa yang sebenarnya dirasakan. Saya pribadi menghargai kedua pilihan tersebut. Saya kagum kepada ibu rumah tangga yang sukses mengurus dan mendidik anak. Saya juga kagum dengan ibu bekerja yang sukses dalam karir juga sukses mendidik anak. 
  • Berapa sih usianya bu?
Usia cantik
Saya sering mendengarkan obrolan teman-teman satu tim di departemen saya (yang semuanya pria) mengenai ibu Amelia. Dulu ada salah satu dari mereka (nama dirahasiakan πŸ˜€) yang suka sekali kalau ibu Amel datang ke lab. “Ibu Cantik” panggilan kami untuk bu Amel. Mungkin bu Amel sendiri tidak mengetahui kalau beliau ternyata memiliki secret admirer dikantor hehehe. Kalau bu Amel yang datang minta sampel, pasti dikerjakan dengan segera. Coba kalau yang datang sales pria...ckckck πŸ™Š. Kami membicarakan cara berpakaian bu Amel yang selalu pas dan juga kepo dengan usia beliau. Saya sempat tidak percaya setelah mengetahui beliau telah memasuki usia cantik yaitu 38 tahun. Penampilan beliau masih seperti usia 20an. 

Ps: sorry ya bu ngebahas usia..hehehe..

  • Berfikiran postif untuk tetap cantik di usia cantik
Saya penasaran apa rahasia bu Amel untuk tetap cantik di usia cantik. Kalau dilihat kulit wajahnya bu Amel tidak bermasalah, tidak ada jerawat atau pun dark spot. Akhirnya kemarin saya dapat kesempatan menanyakan apa rahasia beliau memiliki kulit wajah yang bagus. Beliau menceritakan tidak pernah memakai perawatan khusus untuk wajahnya. Dulu pernah waktu masih remaja berjerawat parah, tetapi karena jerawat hormonal, jerawatnya hilang sendiri seiring berrtambahnya usia. Memakai perawatan dari klinik kecantikan diakuinya dulu pernah dilakukan, tetapi itu juga tidak rutin karena beliau sering malas memakai cream malam.
Penampilan keseharian "less makeup"

Beliau jarang sekali menggunakan makeup, paling hanya lipstick. Less makeup for natural beauty. Kalau skincare sampai saat ini beliau hanya menggunakan pembersih dan pelembab. Membersihkan wajah setelah beraktifitas dan memakai tabir surya, begitu katanya. Kulit beliau termasuk kulit berminyak, tetapi cenderung jarang bermasalah. Jerawat biasanya hanya muncul ketika akan datang bulan saja, itu pun tidak banyak. Saya tidak percaya sih πŸ˜’, masa tidak ada rahasia atau perawatan khusus. Akhirnya beliau memberitahukan rahasia agar tetap cantik di usia cantik, yaitu selalu berfikiran postif. Jika kita selalu berfikiran positif kita akan terhindar dari stress yang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah-masalah di kulit wajah.

  • Harus punya cermin satu badan full
Ketika melihat bu Amel pasti tidak ada yang menyangka beliau sudah memiliki 2 orang anak, apalagi sudah memasuki usia cantik. Bentuk tubuhnya tetap bagus, walau beliau bilang tidak pernah rutin berolahraga. Untuk pola makan juga tidak pernah diatur berlebihan. Beliau makan makanan yang beliau suka, tetapi tidak berlebihan juga. Ya memang, setiap makan bareng pun porsi makannya beliau biasa saja, malah kadang makan banyak juga tapi badannya tetap saja tidak gemuk. Beda banget sama saya yang makan banyak ya langsung melebar hehe. “It’s a gift”, kata beliau ketika saya tanya kenapa bentuk tubuhnya tetap bagus walau sudah memasuki usia cantik.
Bentuk badannya tetap bagus walau sudah kepala 3 (doc.pribadi)

Saya suka dengan cara beliau berpakaian, saya menanyakan tips bagaimana cara berpakaian agar enak dilihat dan berikut ini tips-nya:

“Pertama harus punya cermin”
- Memiliki cermin satu badan full, jadi sebelum keluar rumah bercermin terlebih dahulu untuk memastikan bahwa apa yang dipakainya sesuai atau tidak.
“Minta pendapat orang lain, biasanya sih ke suami atau ke mba (asisten rumah tangga)”
- Meminta pendapat orang lain mengenai apa yang kita pakai, apakah cocok atau tidak.
“Pakai pakaian yang simple
- Usahakan jangan berlebihan dalam gaya berpakaian dan harus terlihat seimbang. Pilih warna-warna netral.
“Paling penting sih, PD!”
- Pakaian akan terlihat bagus jika kita PD memakainya.


Pasti ada ketakutan atau kekhawatiran ketika wanita memasuki usia cantik. Baik dari perubahan fisik atau cara berfikir. Semua wanita pasti akan mengalami itu. Tetapi semua perubahan-perubahan itu akan menjadikan wanita terlihat lebih cantik di usia cantik jika kita berfikiran postif dan selalu mensyukuri setiap apa yang terjadi dalam hidup merupakan anugerah Tuhan. 2 hal tersebut lah yang selama ini diterapkan oleh bu Amel untuk menjaga dirinya tetap cantik walau telah memasuki usia cantik.
Itu lah cerita usia cantik dari seorang rekan kerja saya Ibu Amelia. Bagaimana dengan cerita usia cantik kalian atau cerita orang terdekat kalian, beautiful ladies


"Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L'Oreal Revitalif Dermalift"




Hayuni


Review Matte Liquid Lipstick Lokal Indonesia: Rollover Reaction Vs BLP By Lizzie Parra

Assalamualaikum..

Sebenarnya awalanya saya mau buat battle of local liquid lipstick dengan harga diatas Rp 100.000 tetapi karena sampai saat ini saya baru beli 2 lipstick (elus dompet) akhirnya saya putuskan untuk membandingkan 2 lipstick ini saja. As you know (kalau kalian pembaca setia blog saya-kepedean) saya sedang suka koleksi matte liquid lipstick dari brand lokal. Nah yang 2 produk ini juga merupakan brand lokal. Rollover Reaction dan BLP Beauty Lip Coat By Lizzie Parra. Saya mau buat review dari masing-masing produk kemudian saya bandingkan kelebihan dan kekurangan dari keduanya. Di akhir akan saya beri kesimpulan mana lipstick yang jadi favorite saya.
Sebelumnya saya cerita sedikit ya, saya beli 2 lipstick ini beda waktunya tetapi sama-sama beli di Sociolla. Untuk yang Rollover Reaction saya beli warna Lucy dan BLP Beauty warna Lavender Cream. Agak sulit mencari warna yang saya mau karena 2 lipstick ini laku banget jadi kebanyakan warna sold out. Buat kalian yang tertarik untuk beli kedua lipstick ini, simak review dibawah ya.


Rollover Reaction

  • Kemasan
Rollover Reaction ini dilengkapi dengan box. Bagian depan box bertuliskan logo RR, nama shade/warna lipstick dan berat lipstick 5.5 gram. Bagian sisi ada tulisan Rollover Reaction dan informasi mengenai website, instagram dan email. Kemudian dibagian belakang bertuliskan informasi mengenai komposisi, nama produsen, kode BPPOM dan tanggal kadaluarsa produk.
Kemasan box Rollover Reaction
Lanjut ke kemasan tube-nya berbentuk kotak dengan bahan plastik dove bertuliskan Rollover Reaction. Bagian tutup berwarna hitam. Untuk bentuk aplikator, panjangnya standar dan ujung aplikator agak besar tidak pipih. Tapi masih oke untuk aplikasi di sudut bibir. Secara keseluruhan untuk kemasan menurut saya cantik, sebanding dengan harganya, Kemasan plastik dove membuat lipstick ini lebih terlihat mahal.
Kemasan tube Rollover Reaction
  • Formula
Tekstur Rollover Reaction ini cenderung cair. Jadi cepat sekali set di bibir. Hasil akhir juga matte (benar-benar matte). Saya sarankan aplikasi lipstick ini dengan cepat sebelum nantinya keburu kering. Di bibir saya Rollover Reaction ini tidak terlalu membuat bibir kering. Paling setelah pemakaian beberapa lama baru bibir terasa kering. Tapi saran saya buat kalian yang bibirnya gampang pecah-pecah lebih baik aplikasi lip balm terlebih dahulu. Soal ketahanan, saya merasa lipstick ini tidak terlalu tahan lama jika dipakai makan. Oia..Rollover Reaction ini juga bisa dipakai sebagai blush on. Saya sempat mencoba memang cocok untuk dipakai blush on karena formulanya yang cair dan setelah set akan jadi powdery. Lumayan beli 1 produk bisa 2 fungsi. 
  • Warna
Warna yang saya punya adalah Lucy. Warnanya seperti peach coral gitu, kalau buat saya terlalu terang. Saya jadi pucet kalau pakai warna ini. Semua seri warna Rollover Reaction yang pertama keluar adalah pastel. Jadi warnanya semua warna-warna pastel. Untuk warna terbaru Rollover Reaction lebih kearah 90's Grunge Look. Jadi pengen coba warna-warna terbarunya.
Rollover Reaction-Lucy


Beauty Lip Paint By Lizzie Parra
  • Kemasan
BLP ini juga sama dengan RR, dilengkapi box untuk kemasannya. Box-nya berwarna putih dan pink (I love PINK). Dibagian depan ada tulisan Lip Coat By Lizzie Parra. Buat yang belum tahu, lipstick ini merupakan brand yang dikeluarkan oleh beauty blogger & youtuber (beauty guru) Lizzie Parra. Kalau sejarahnya bagaimana, jujur saya sendiri belum tahu kenapa sampai Lizzie Parra meluncurkan lipstick ini..hahaha (gak total banget ya ngeriviewnya). Kemasan box bagian belakangnya ada informasi mengenai produsen, komposisi dan berat lipstick 4 gram (lebih kecil dibanding dengan RR). Bagian atas ada tulisan nama shade/warna.
Kemasan box BLP
Kemasan tube terbuat dari plastik dove dengan aksen tulisan BLP berwarna putih. Tutup berwarna putih (belum tahu bahannya cepat dekil atau gak). Untuk aplikator panjangnya pas, ujungnya kecil dan pipih lebih memudahkan dalam aplikasi di sudut-sudut bibir.
Kemasan tube BLP
  • Formula
Formula lipstick BLP ini lebih cenderung creamy. Buat kalian yang baru pertama kali mencoba matte liquid lipstick sangat cocok karena lebih mudah untuk aplikasinya. Hasil akhir matte, tetapi tidak membuat bibir kering. Soal ketahanan saya belum coba lipstick ini. Tapi feeling saya tidak akan jauh beda dengan lipstick lainnya, kalau terkena makanan berminyak akan terhapus juga. Sewaktu membersihkan saya merasa tekturnya jadi menggumpal dan agak sulit untuk dibersihkan. Mirip dengan Pixy Lip Cream teksturnya.

  • Warna
Saya pilih warna Lavender Cream. Warna ini seperti warna ungu dengan hint pink dan coklat (sangat sedikit). Intensitas warnanya juga bagus, menutup warna bibir (pantas saja diberi nama lip coat). Yang agak mengganggu adalah wanginya yang menyengat sekali. Memang wangi vanila, tapi buat saya sangat menyengat. Dari pas membuka kemasan wanginya sudah bisa tercium dan buat saya wanginya bikin pusing.
BLP

Rollover Reaction Vs Beauty Lip Paint dibawah ini.
RR Vs BLP

Secara keseluruhan buat saya tidak ada yang menang dan kalah. Dari keduanya ada poin plus dan minus. Kalau dari warna dan tekstur saya suka BLP, tetapi saya tidak suka dengan wangi menyengatnya. Sedangkan RR, saya suka produk ini karena multifungsi cocok untuk traveling tidak perlu membawa banyak produk. Warna-warna pastelnya juga saya suka tetapi memang range warnanya tidak banyak dan teksturnya membuat bibir kering. So, nilai keduanya sama.
Sampai ketemu di review selanjutnya!! Love...


Hayuni




Produk Habis Terpakai-Empties Products


Assalamualaikum ladies..

Weekend kemarin ceritanya saya beberes meja rias di kamar. Lebih tepat dibilang meja multiguna, karena diatasnya bukan hanya peralatan rias, tetapi sudah gado-gado. Dari mulai peralatan skincare, makeup, aksesoris, alat bahan crafting/menjahit, buku-buku, pensil warna, peralatan elektronik, sampai obeng dan kunci inggris punya suami pun ada di meja itu (oh iya kipas dan hardisk laptop pun ada). Meja dengan segudang barang-barang itu sudah kelihatan debu yang menumpuk. Akhirnya saya bersihkan dan tata ulang semuanya. 
Lalu ketika sedang merapihkan semua, saya menemukan beberapa kemasan kosong skincare, makeup dan parfum. Beberapa saya habiskan dalam 1-6 bulan, tetapi ada juga yang habis agak lama. Gak banyak memang, karena saya tidak banyak pakai produk kecantikan. Setelah suffering from acne for a long time, saya sudah kapok pakai produk bertumpuk-tumpuk. Saya kaget kebanyakan kemasan kosongnya malah botol parfum. Sebegitu suka kah saya dengan parfum...(merenung). Yuk lihat produk apa saja yang saya pakai sampai habis.

  • Bioderma Sensibio H2O
2 botol kosong Bioderma Sensibio H2O
Awalnya sedikit malas juga beli produk ini karena harganya yang mahal. Kok ya rasanya sayang aja gitu. Kondisi kulit saya saat itu sedang tidak stabil, jerawatan dan merah-merah karena efek chemical peeling. Kulit saya jadi sensitif sekali, jadi bingung pakai skincare dokter pun gak buat kulit jadi bagus. Kemudian saya putuskan untuk beli dan coba bioderma ini. Saya pakai ini untuk double cleansing, jadi sebelum mencuci dengan sabun wajah saya bersihkan wajah dengan bioderma. Supaya ketika terkena sabun, wajah saya tidak harus berlama-lama. Sama seperti kalian yang sudah coba bioderma, saya suka. Bioderma micellaire water ini tidak membuat kulit saya merah, karena tidak ada kandungan alkoholnya jadi tidak menyebabkan iritasi. Buat saya membersihkan makeup juga lebih enak pakai ini, dibanding dengan memakai makeup remover. Sudah setahun lebih saya pakai bioderma ini dan sudah habis 2 botol.

  • Maybelline Magnum Volume Express Mascara
Produk drug store satu ini memang sudah jadi favorit banyak kamu hawa. Menurutku maskara lain (yang harganya sama atau lebih murah) gak ada yang sebagus mascaranya Maybelline. Aku pernah beli maskara dengan harga sama tetapi kualitasnya malah jelek. Maybelline ini waterproof tapi gak susah untuk membersihkannya, gak menggumpal dan gak beleber kalau kena air atau keringat jadi gak ada hitam dibawah mata gitu. Pokoknya semua seri mascara Maybelline aku suka.

  • Maybelline Hyper Glossy Liquid Liner
Dulu saya sering banget pakai eye liner kalau pergi-pergi saat weekend. Dulu sih...hampir setiap weekend pasti pergi. Nah eye liner maybelline ini tuh jadi favorit. Harganya murah, pemakaiannya mudah walau cair, ujung kuasnya juga agak kaku jadi memudahkan aplikasi dan warnanya juga cukup intens. Saya hanya kurang suka kalau dia kena air atau kehapus jadi gampang ngelupas.

  • 1 Day Acuvue Moist
Kalian sudah tahu kan saya berkacamata? (lirik nama blog). Tapi saya juga suka sesekali menggunakan softlens. Waktu jaman kuliah sih suka banget pakai softlens warna yang masa pakainya bisa sampai 6 bulan. Secara mahasiswa carinya yang lebih murah. Nah..sebenarnya saya agak kurang PD ketika memakai softlens warna. Saya tahu merk acuvue sudah lama, tapi untuk cari softlens ini cukup sulit bagi saya yang tinggal di daerah terpencil. Softlens ini bening dan masa pakainya hanya sehari. Saya suka softlens 1 day seperti ini, seperti yang sudah saya tulis di postingan Review 1 Day Acuvue Moist dan 1 Day Acuvue True Eye, lebih higienis. Saya senang sekali pas tahu bisa beli Acuvue ini di Lensza. Softlens ini enak dipakai pokoknya. Recomended untuk pemakaian sehari-hari.

1 Day Acuvue Moist

  • Carex Hand Sanitizer
Pada masa-masa berjerawat dulu saya sangat butuh ini. Saya jadi seperti pobhia dengan bakteri. Saya suka dengan carex ini karena tidak membuat tangan kering karena ada kandungan aloe vera-nya. Wanginya pun tidak menyengat hidung. Jadi tidak masalah jika dipakai setiap hari berulang.

  • Etude House BB Cushion
Saya tidak langsung suka produk ini. Sebelumnya saya hanya pakai sesekali saja karena merasa BB Cushion ini terlalu terang di wajah saya. Lama setelah itu saya mencoba memakai BB Cushion ini lagi dan anehnya saya malah suka. Rasanya pas, mungkin warna kulit saya naik 1 tingkat lebih cerah..hahaha. Saya pakai sehari-hari untuk kerja, tanpa ditambah bedak. Karena kalau ditambah bedak akan terlihat berat untuk makeup sehari-hari kerja. Ini warna paling gelap yang masih terlalu terang untuk kulit sawo matang.

The Body Shop
  • The Body Shop Body Mist Moringa
Walau wanginya mirip-mirp melati tapi saya suka sekali pakai body mist ini karena wanginya tidak terlalu menyengat. Saya suka wanginya yang feminim tapi tidak berlebihan.

  • The Body Shop EDT White Musk & Pink Grape Fruit
Saya sempat kecanduan dengan wangi-wangian dari TBS ini. White musk itu wanginya maskulin tapi gak terkesan macho. Jadi gak kayak pakai parfum cowok gitu. Ini botol ke-2 saya. Kalau yang Pink Grape Fruit ini wanginya manis buah gitu. Seger banget dan jadi lebih fresh. I love it!

  • The body shop Shower Gel White Musk
Botol pertama EDT White Musk itu saya beli sepaket dengan shower gel dan lotion (tapi lupa lotion-nya dimana udah abis atau belum...lupaa...) traveling package gitu. Saya suka banget bawa ini kalau traveling (liburan atau kerja) jadi ini ya agak lama habisnya karena jarang traveling..hehehe.


Nah..itu semua produk yang sudah saya habiskan. PR banget ya menghabiskan produk yang kurang kita sukai atau tidak cocok padahal sudah terlanjur dibeli. Apa kalian punya pengalaman yang sama dengan saya? Share via komen box dibawah ya.. See you!!


LOVE

 Hayuni


Review Matte Lipstick Lokal Murah Emina Creamatte - Jelly Bean


Hello ladies!

Semakin banyak saja matte liquid lipstick yang dikeluarkan brand lokal. Sudah berapa banyak koleksi lipstick kalian? Saya sendiri masih asyik mengikuti trend matte liquid lipstick ini. Saya bukan yang makeup junkie yang harus memakai makeup setiap hari. Tetapi gak pergi keluar rumah dengan muka polos juga. Paling gak bedak tabur, maskara dan pastinya lipstick buat memoles wajah biar terlihat sedikit presentable. Wajah saya cenderung sensitif, jadi saya tidak akan terlalu berani mencoba makeup yang bersentuhan langsung ke kulit wajah. Kalau lipstick kan pakainya di bibir, jadi bebas saja untuk mencoba lipstick dari berbagai brand.
Belakangan saya suka beli lipstick matte lokal. Menurut saya lipstick lokal saat ini kualitasnya tidak kalah dengan lipstick brand 'luar', apalagi harganya lebih terjangkau. Mendapatkannya juga mudah, tidak harus di onlineshop karena biasanya belanja di minimarket atau di counter brand-nya langsung. Nah..ngebahas matte liquid lipstick terbaru yang baru keluar adalah Emina Creamatte. Sebenarnya dari akhir Oktober lalu saya sudah banyak melihat postingan mengenai Emina Creamatte dari beberapa beauty blogger di IG. Tetapi pas saya cari ternyata belum banyak dijual contohnya di DanDan belum ada lipstick ini. Sociolla juga begitu, baru awal bulan November Emina Creamatte lipstick ini bisa dibeli di Sociolla. Alhasil jumat lalu saya purchased Emina Creamatte ini. Saya beli warna Jelly Bean, saya kira warna ini akan terlihat lebih kearah ungu tetapi malah lebih banyak warna merahnya. Saya hanya beli satu, karena mau beli yang Mauve Lous tetapi sold out, mau beli warna lain merasanya gak ada yang pas 
Buat kalian yang berniat beli Emina Creamatte ini dan ragu dengan kualitas juga galau dengan warna baca review dibawah ini dulu ya..
Emina Creamatte

  • Kemasan
Jika kalian membeli Emina Creamatte ini kalian akan mendapatkan box dan kemasan tube. Desain box nya berbeda-beda untuk masing-masing warna. Untuk yang jelly bean box-nya berwarna merah maroon. Bagian depan ada gambar jelly bean, dibagian samping (kedua sisi) ada tulisan Creamatte dan dibagian belakang ada tulisan keterangan mengenai komposisi, kode produksi dan tanggal kadaluarsa. Keterangan warna ada dibagian bawah box
Kemasan Emina Creamatte

Kemasan tube-nya bening dengan tutup berwarna hitam. Di tube ada tulisan Emina dan Crematte. Dengan harga terjangkau kemasannya pun terlihat biasa. Beratnya 5,5 gram. Aplikatornya gendut, saya kesulitan untuk aplikasi disudut bibir. Memang lipstick dengan kemasan tube kecil seperti ini biasanya aplikatornya akan lebih besar (bantet gitu) 
Aplikator

  • Tekstur
Tekstur Emina Creamatte ini pastinya cream sesuai dengan namanya. Aplikasi di bibir lebih mudah, tidak terlalu cepat kering jadi meratakan warnanya tidak terburu-buru. As always, saya sih suka dengan lipstick yang teksturnya cream. Emina Creamatte ini juga tidak buat bibir saya kering, terasa lembut dan ringan. Gak ada rasa powdery gitu. Buat yang bibir kering gak perlu khawatir, lipstick ini gak akan buat bibir kamu pecah-pecah atau cracking. Saya sendiri saat mencoba ini lupa tidak pakai lip balm terlebih dahulu tetapi bibir saya tetap terasa lembut.
Swatches di tangan


  • Warna
Warna Jelly Bean ini saya fikir akan seperti merah dengan hint ungu yang tone down. Tapi ternyata..warnanya merah maroon dan malah terlihat terang di wajah saya. Saya juga kaget dengan intesitas warnanya yang oke. Saya jadi penasaran dengan warna lainnya. Buat kamu yang punya kulit wajah light to medium saya rasa cocok saja dengan warna ini. Ketahanan warnanya juga ok, kalau kehapus gak akan menggumpal. Buat bersihinnya juga mudah, pakai bioderma saja juga bisa.
Swatches di bibir

Plus:
- Intensitas warna bagus
- Murah
- Tidak membuat bibir kering

Min:
- Aplikatornya kebesaran
- Pilihan warna belum banyak



Overall saya suka dengan lipstick ini. Formula dan intesitas warnanya hampir mirip dengan Make Over Intense Lip Cream (klik untuk lihat reviewnya), mungkin karena produsennya sama. Harganya lebih affordable dari Make Over. Dengan harga Rp 45.000,- kalian sudah bisa dapat lipstick dengan kualitas yang bagus. 
Baiklah...semoga review diatas bisa membantu kalian yang ingin membeli Emina Creamatte. Jika ada pertanyaan silahkan komen dibawah, atau mau sharing pengalaman memakai Emina Creamatte ini silahkan ya.. See ya on my next review!! 

LOVE

 Hayuni

Review Mizzu Valipcious Velvet Matte-Midnight Rush


Assalamualaikum..

Hola ladies!! Setelah kemarin saya buat review Make Over Intense Matte Lip Cream, kali ini saya mau meriview matte lipstick brand lokal lagi (masih banyak lipstick lokal yang saya beli dan belum direview), yaitu Mizzu Valipcious Velvet Matte. Sama seperti yang Make Over, saya beli di Sociolla (ngeborong lipen pokoknya). Saya berniat koleksi matte liquid lipstick dari brand lokal. Jadi pasti nanti ada beberapa postingan review mengenai lipstick brand lokal. Sebenarnya untuk brand Mizzu ini saya sudah mendengar lama, pernah baca review beberapa beauty blogger tentang Mizzu ini. Tapi jujur saya belum pernah dan tidak berniat sebelumnya mencoba makeup dari Mizzu
Kaget sih ketika tahu Mizzu adalah brand lokal. Nah saya tahu Mizzu brand lokal itu ketika saya searching mengenai matte liquid lipstick lokal. Ya sudah saya putuskan untuk mencoba Mizzu Valipcious Velvet Matte. Buat kalian yang tertarik dengan lipstik ini, so simak review dibawah ya...

  • Kemasan:
Kemasan

Mizzu Valipcious Velvet Matte ini hadir dengan kemasan tube disertai box. Desain box-nya berwarna hitam dengan efek garis-garis berwarna putih dan ada gambar bibir dibagian depan box. Terdapat tulisan brand Mizzu, Velvet Matte dibagian depan dan Valipcious (duh..belibet)  dibagian samping box. Dibagian belakang box terdapat keterangan mengenai ingridients dan warna.

Aplikator
Sedangkan untuk tube-nya, berbentuk bulat bening dan masih dengan efek garis-garis. Waktu pertama buka, tube-nya dibungkus plastik dan ada sticker keterangan warna, kode produksi dan tanggal kadaluarsa. Tapi itu sticker nempel di plastick ya, jadi kalau plastiknya dibuang ya sticker-nya kebuang deh. Untung karena saya ngeh dengan hal itu, sticker-nya saya pindahkan ke bagian tutupnya jadi saya masih bisa tahu tanggal kadaluarsanya lipstick ini. Aplikatornya buat saya oke, tidak terlalu kecil atau besar saya masih bisa menjangkau sudut bibir. Over all packaging menurut saya terlalu ramai dengan efek garis-garis seperti itu (walau banyak juga yang bilang packaging-nya bagus). Apalagi garis-garis dibagian tube-nya, membuat warna lipstick tidak terlihat jelas. 
Sticker saya pindah ke tutup

  • Tekstur:
Tekstur dari Mizzu Valipcious Velvet Matte ini tidak terlalu cream juga tidak terlalu cair. Masih mudah untuk aplikasi di bibir. Tidak terlalu cepat ngeset tapi juga tidak terlalu lama. Hasil velvet matte sesuai dengan namanya, terasa ringan dibibir tidak ada unsur powdery atau mencengkram. Aromanya buat saya sedikit menyengat berbau chemical gitu. Ini liquid lipstick yang aromanya paling menyengat dari beberapa lipstick yang saya punya. Tapi tidak sampai annoying kok.

  • Warna:
Intensitas warnanya cukup bagus, walau gak menutup bibir dengan sekali usap. Saya pilih warna yang Midnight Rush, seperti yang sudah saya ceritakan saya sedang suka warna bold. Midnight Rush ini warnanya merah agak sedikit oranye jadi seperti bata tetapi lebih tua. Cocok untuk wajah dengan warm tone medium to dark. Saya sendiri suka dengan warna Midnight Rush ini karena warnanya gak terlalu gonjreng atau pucat diwajah saya. Soal ketahanan lipstick ini sama seperti matte lipstick lainnya. Kalau makan makanan oily sudah pasti warna akan kehapus. Tapi kalau hanya makan makanan ringan sih masih oke lah. 
Swatch ditangan

Midnight Rush

Plus:
- Mudah diaplikasikan
- Aplikatornya enak

Min:
- Bau chemical
- Packaging terlalu ramai



Oia harga? Harganya Rp 79.000,- ini juga ya banyak yang bilang mahal untuk produk Mizzu. Tapi kalau buat saya ini pas saja, tidak mahal juga tidak murah. Untuk kualitas yang diberikan Mizzu Valipcious Velvet Matte harga tersebut sesuai.

Segitu saja review saya mengenai Mizzu Valipcious Velvet Matte Lipstick, semuanya itu pendapat pribadi saya. Kalau beda dengan pendapat kalian, silahkan share di kolom komen ya. See Ya On Next Review!! 
LOVE
                      Hayuni


Review Make Over Intense Matte Lip Cream Impulse


Assalamualaikum Ladies!!

Demam matte lipstick sepertinya semakin panas nih. Banyak brand lokal yang mulai mengeluarkan matte lipstick. Di postingan lalu saya sudah mereview Zoya Lip Paint dari Zoya Cosmetics. Nah..kali ini saya mau review lipstick dari Make Over. Sebelumnya Make Over memang sudah mengeluarkan matte lipstick yaitu Make Over Ultra Hi-Matte lipstick, yang jadi favorite banyak beauty blogger. Bedanya matte lipstick make over kali ini teksturnya berbentuk cream, Make Over Intense Matte Lip Cream. Mungkin karena akhir-akhir ini lip cream dan liquid lipstick sedang digemari (efek demam Kylie Lip Kit). Tentu saja ini hal yang bagus bagi dunia kecantikan Indonesia, karena brand lokal juga tidak kalah saing oleh brand 'luar'. Sebenarnya saya sudah posting semacam mini review di Instagram tentang lipstick ini.

Make Over Intense Matte Lip Cream ini diluncurkan 11 Oktober lalu dan sudah mulai bisa didapatkan di beberapa online shop. Saya sendiri beli lipstick ini di Sociolla. Mungkin sekarang lipstick ini sudah bisa dibeli di toko makeup seperti DanDan, saya belum cek sih tapi kalau sudah ada saya akan update lagi ya. Untuk sekarang simak dulu review saya mengenai Make Over Intense Matte Lip Cream dibawah ini.


Saya beli Make Over Intense Matte Lip Cream ini warna 005 Impulse. Saya memang ingin coba liquid lipstick warna bold. Saya sudah punya beberapa matte liquid lipstick dengan warna nude dan cerah, supaya koleksi matte liquid lipstick saya lebih berwarna lagi jadi saya pilih warna Impulse ini.

  • Packaging
Box dan Tube
Kalau kalian beli Make Over Intense Matte Lip Cream, kalian akan mendapatkan box dan lipstick (iya lah ya). Packaging-nya bernuansa hitam (khas Make Over), untuk box dari bagian depan kita bisa lihat kemasan lipstick dan warna lipstick-nya. Di box-nya terdapat keterangan mengenai bahan-bahan yang terkandung, kode produksi, tanggal kadaluarsa dan kode shade/warna dari lipstik. Lalu kemasan tube-nya hampir mirip dengan Make Over Liquid Lipstick, bentuknya kotak. Bagian tutup berwarna hitam dan bagian bawahnya plastik bening, jadi gampang untuk lihat warnanya. Keterangan warna juga ada dibagian bawah tube.
Packaging Make Over Intense Matte Lip Cream
Packaging keseluruhannya glossy yang membuat Make Over Intense Matte Lip Cream ini terlihat elegant. Beratnya 6.5 gram sama seperti rata-rata lipstick yang lain. Saya kurang suka dengan aplikatornya, menurut saya aplikator masih agak kebesaran (kurang miring diujungnya) jadi harus hati-hati ketika mengaplikasikan lipstick di sudut bibir. Ya,,karena saya beli warna Impulse yang warna merah bloody kalau belepotan kan bisa mirip joker. 
Tube dan Aplikator

  • Tekstur:
Tekturnya yang cream memudahkan saya untuk aplikasi dan tidak membuat bibir kering karena adanya kandungan Vit. C dan Vit. E. Terasa ringan di bibir. Point plusnya lagi lipstick ini mudah di build up, maksudnya jika kamu aplikasikan berulang gak membuat bibir kering pecah-pecah atau patchy. Masih terasa ringan di bibir. 
Swatches Di Tangan

  • Intensitas Warna:
Soal intensitas warna saya acungin 2 jempol untuk Make Over Intense Lip Cream ini. Warnanya benar-benar menutup warna asli bibir dengan sekali usap, karena ada kandungan hyper chromatic pigment (katanya). Mungkin itu juga kali ya namanya intense (apasih gak jelas). Ada 8 warna yang dikeluarkan oleh Make Over Intense Lip Cream ini. Saya pasti beli untuk shade lainnya, mungkin yang nude. Mengenai ketahanan, lipstik ini cukup bagus selama tidak makan makanan yang oily. Enaknya memudarnya tidak menggumpal gitu, kalau mau touch up jadi lebih mudah. Jujur ini lipstick yang teksturnya dan intensitasnya paling bagus yang pernah saya punya. Favorit!!
Make Over Intense Matte Lip Cream



Plus:
- Intensitas warna sangat bagus
- Mudah di aplikasi berulang
- Ketahanan cukup
- Packaging elegant
- Tidak membuat bibir kering

Min:
- Aplikatornya kebesaran (buat saya)



Saya rekomendasi Make Over Intense Lip Cream ini. Harganya yang Rp 95.000,- buat saya pas, tidak kemahalan atau kemurahan. Dengan kualitas oke seperti itu malah saya bilang “this is worth it”. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan komen dibawah ya. Ceritain juga pengalaman kalian mencoba lipstick ini. See ya on next review!! 
LOVE
                          
                            Hayuni