Powered by Blogger.

Search This Blog

Motherhood: 10 Perlengkapan Ibu Pada Saat Masa Nifas (Postpartum Basket)



Hi Beautiful Moms!

Perjalanan panjang kehamilan mungkin akan segera mama lalui saat ini. Setelahnya mama akan menghadapi masa postpartum (Pasca Melahirkan/ Nifas) yang juga cukup panjang. Setidaknya mama harus melalui masa nifas selama 6 minggu atau lebih, bahkan pada proses kelahiran spontan. Nah, disini saya mau berbagi pengalaman saya pada saat nifas dan perlengkapan apa saja yang harus mama persiapkan agar masa nifas bisa dilewati dengan baik.
Sudah pernah dengar mengenai Postpartum Basket? Jadi kalau di luar negeri, istilah postpartum basket sudah sering dipakai. Maksud dari postpartum basket adalah, keranjang atau wadah yang berisi perlengkapan yang digunakan mama selama masa nifas untuk pemulihan kondisi setelah melahirkan. Perlengkapannya umum bisa untuk mama yang melahirkan secara spontan atau melalui C-Section. Postpartum basket (keranjang) ini biasanya diletakan di toilet atau di tempat yang mudah dijangkau mama ketika akan ke toilet. Kalau saya saat itu, saya pakai keranjang plastik yang biasa untuk tempat sabun sebagai wadahnya (basket). Lalu si postpartum basket ini saya simpan di depan kamar mandi, jadi setiap akan buang air kecil/besar, mandi maupun ganti pembalut saya tinggal bawa keranjang itu ke dalam kamar mandi.

Kurang lebih seperti ini isi postpartum basket saya saat itu

Lalu apa saja isi dari postpartum basket ini? Yuk kita bahas daftarnya satu persatu.

1. Pembalut Maternity/ Pembalut Menstruasi
Sediakan beberapa pembalut maternity atau pembalut biasa yang tipe Night untuk disimpan di keranjang. Jumlah pembalut bisa menyesuaikan dengan ukuran wadah yang mama pakai. Seperti yang sudah saya bahas di tulisan Hospital Bag, pada awal masa nifas saya lebih memilih pakai pembalut bersalin karena lebih tebal sehingga lebih nyaman saat terkena luka jahitan. Setelah sekitar 1-2 minggu saya pakai pembalut menstruasi biasa yang tipe night.
Untuk pembalut bersalin saat itu saya pakai yang Softex Maternity
Softex Maternity

Untuk pembalut haid biasa saya pakai Charm Body Fit Night Wing
Charm Body Fit Night


2. Betadine/ Pembersih Kewanitaan
Betadine? Iya, untuk yang melahirkan spontan dan mendapat luka jahitan betadine ini sangat berguna. Selain untuk merawat luka jahitan, bisa dipakai untuk membasuh perineum. Bisa dicampur air biasa lalu gunakan untuk membasuh. 
Untuk yang melahirkan C-Section bisa share bagaimana cara merawat luka jahitan C-Section? Apa perlu menyediakan betadine juga? Atau kah sudah ada obat khusus dari resep dokter? Please share di kolom komen ya.
Betadine

3. Kasa Steril
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, saya saat itu melahirkan secara partus spontan mendapat luka jahitan perineum. Jadi untuk melakukan kompres luka jahitan tersebut betadine diteteskan pada kasa steril. Rasanya? Ya seperti ketika ada luka lecet diobati betadine. Sakit? Iya tapi bukan yang tidak bisa ditahan kok.
4. Peri Bottle/ Botol semprot
Baru nemu sebutan botol semprot yang dimaksud itu namanya Peri Bottle. Fungsinya sama seperti yang saya tulis di tulisan Hospital Bag juga. Bisa juga betadine yang sudah dilarutkan di air disimpan di botol ini. Jadi bisa digunakan untuk membasuh perineum nantinya.

5. Tissue Toilet
Kegunaan tissue toilet ini untuk mengeringkan area kewanitaan sebelum memakai pembalut dan underwear. Sediakan satu gulung saja dulu untuk disimpan di wadah/keranjang.
6. Obat Konstipasi
Biasanya setelah melahirkan mama akan dihadapkan dengan permasalahan konstipasi. Kalau obatnya saran saya sih minta saran dari tenaga kesehatan. Supaya lebih aman. Selagi mama periksa kehamilan, mama bisa mulai konsultasikan mengenai kemungkinan konstipasi ini. Jadi mama bisa meminta saran obat dari dokter atau bidan. Lalu mama bisa menyediakan obatnya untuk disimpan di Postpartum Basket. Siap-siap sebelum kejadian. Hehe.. It's ok ma, this is just one part the un-glamorous things of  pregnancy.. :) and it's happened to all mama.

7. Plastik Hitam
Ini tentu saja untuk membungkus pembalut bekas beserta tissue bekas pakai. Tapi, kalau mama sudah menyiapkan tempat sampah di kamar mandi/ toilet, plastik hitam ini bisa di skip dari postpartum basket.

8. Earth Mama Angel Bottom Spray
Sebenarnya produk ini penting gak penting. Tapi di saya ini sangat berguna. Fungsinya untuk shooting dan membuat nyaman area perineum. Saya kurang tau ini berpengaruh atau tidak untuk proses pemulihan luka jahitan tapi ini beneran membuat nyaman di area "itu" loh. Saya pribadi kalau nanti hamil anak kedua pasti ini akan jadi salah satu perlengkapan yang saya beli. Tapi, sekali lagi ini opsional ya, kembali ke preferensi pribadi. 
Earth Mama Angel Baby Bottom Spray

9. Salep (Resep Dokter) Untuk Luka Jahitan Perineum
Katanya, ada juga dokter yang meresepkan salep untuk mengobati luka jahitan. Kalau mama memang dapat salep ini dari RS lebih baik mama siapkan dalam postpartum basket, sehingga mama tidak akan lupa untuk mengoleskannya setiap kali mengganti pembalut.

10. Comfortable Underwear
Kalau ini saya tidak simpan di keranjang. Saya tetap simpan di lemari, ambil setiap akan ganti pembalut atau mandi.

Kira-kira 8 item itu yang paling perlengkapan esensi untuk mama dalam melewati masa nifas. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan kondisi mama dirumah. Kalau mama butuh perlengkapan lain juga bisa ditambahkan. 
Oia saya juga mau berbagi sedikit tips untuk merawat luka jahitan perineum. Tips ini saya kutip dari postingan Facebook Bidan Siti Rochma (bidan yang membantu saya melahirkan Sabina). Lihat tipsnya di gambar dibawah ini ya...

Source: Facebook Bidan Siti Rochma

Saat itu saya mengikuti tips dari bidan rochma untuk merawat luka jahitan perineum. Ketika kontrol seminggu setelah lahiran luka jahitan sudah membaik dan tidak ada masalah. Jadi jangan khawatir dengan luka jahitan perineum ya mama. Asal mama merawatnya dengan benar, InsyaAllah akan cepat pulih. Nah itu lah daftar perlengkapan yang saya persiapkan ketika nifas. Dan cara saya merawat luka jahitan perineum. Thanks to bidan rochma atas tipsnya. Terimakasih yang tidak terhingga juga untuk mbah uti (ibu saya) yang sudah membantu saya melewati masa postpartum dengan lancar... 
Kalau mama dirumah, adakah yang mempersiapkan postpartum basket ini? Atau ada yang mau menambahkan daftar perlengkapan yang saya tulis ini? Yuk share di kolom komen.
Semoga postingan ini bermanfaat ya. Terimakasih sudah mampir ke kacamatahayuni. Sampai ketemu di blog post selanjutnya!!





Motherhood: Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Hospital Bag



Hi, Beautiful Mama (or to be)!!


Sebenarnya niatan untuk membuat artikel mengenai Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit ini sudah ada dari sebelum melahirkan Sabina. Tapi, saya khawatir karena belum pernah punya pengalaman melahirkan jadi daftarnya pasti hanya berdasarkan teori saja. Jadi saya memutuskan untuk membuat artikel tips ini setelah melahirkan. Supaya saya bisa kasih daftar yang sesuai dengan kondisi yang saya alami. Agar daftarnya berisi perlengkapan yang esensial. Hanya sajaa...saya baru sekarang sempat menulisnya..hehe. 

Daftar peralatan yang akan tuliskan ini semuanya berdasarkan pengalaman saya melahirkan. Standar yang saya pakai juga berdasarkan pengalaman saya melahirkan Partus Spontant. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk yang melahirkan secara SC, untuk jenis atau jumlah perlengkapannya bisa disesuaikan ya jika mama akan melahirkan secara SC.

Disclaimer, daftar ini disesuaikan dengan pengalaman saya partus spontan di klinik bersalin bidan. Saat itu saya menginap hanya 1 malam. 

Sebelum membuat daftar perlengkapan yang harus dibawa, ada 3 hal penting yang mama harus ingat yaitu:

  • Ringkas. Usahakan semua perlengkapan yang akan mama bawa dimasukan dalam 1 tas. Tujuannya supaya tidak terlalu banyak tas. Mama bisa pakai koper supaya perlengkapan bisa masuk semua.
  • Tanyakan kepada pihak RS atau Klinik Bersalin fasilitas apa saja yang akan mama dapat ketika melahirkan disana. Mama harus tanya dengan detail. Tujuannya agar mama bisa meminimalisasi bawaan dari rumah. Tanya apakah dapat diaper newborn, pembalut bersalin, baju dll. Biasanya kalau bersalin di RS atau Klinik ada paket bersalin, nah jangan lupa tanyakan apa saja yang di dapat ketika mengambil paket bersalin A, B atau C. Jangan malu bertanya ya ma..
  • Jangan membawa semua perlengkapan. Lala... Ini berdasarkan pengalaman pribadi, saat itu saya bawa banyak barang yang ternyata malah tidak terpakai. Saat itu saya bawa pompa ASI yang ternyata tidak terpakai. Karena saat itu saya belajar memberikan ASI langsung (direct breastfeeding). Jadi daftar perlengkapan yang dibuat harus difikirkan benar-benar sih akan terpakai atau tidak. Don't be over packing!

Lalu lanjut ke Daftar Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit. Saya akan bagi 3 daftarnya ya. Perlengkapan untuk bayi, perlengkapan untuk Mama dan perlengkapan untuk pendamping persalinan (suami). Apa saja daftarnya? Yuk lanjut baca dibawah ini.

Perlengkapan untuk bayi
1. Diaper ukuran newborn 10pcs
(Psst FYI lagi ada diskon 22% untuk pembelian MamyPoko ukuran NB di Orami buruan yuk ma sebelum kehabisan)
2. Baju bayi. Ini tergantung preferensi mama, kalau bayi ingin dibedong bisa bawa jump suit. Kalau tidak ingin dibedong bisa bawa sleep suit yang tangan dan kaki sudah tertutup.
3. Baju untuk pulang. Kalau menurut mama ini perlu silahkan bawa kalau gak ya gak perlu juga gapapa.
4. Alat mandi bayi. Dari pengalaman saya sih peralatan mandinya dapet dari Klinik. Kalau gak dapet bawa alat mandi bayi yang perlu saja ya. Seperti sabun, sampo & minyak telon. Bayi baru lahir gak perlu krim-krim yang bermacam-macam kok. Oia sabun mandinya bisa cari yang Baby Bath and Shampoo, supaya sabun dan sampo sudah jadi satu kemasan.
5. Tissue basah. Fungsinya untuk mengganti diaper. 
6. Tissue kering. Banyak berguna pokoknya deh.
7. Miten & Kaos Kaki. Ini kalau bayi tidak dibedong atau kalau pakai baju pendek. Supaya wajahnya gak lecet kena kuku. Karena bayi baru lahir kan suka banget garuk-garuk wajah.
8. Topi Bayi. Untuk menutupi kepala bayi.
9. Hand Sanitizer
10. Bedong bayi 2-3pcs (opsional)
11. Selimut (opsional)
12. Wadah plasenta (opsional, kalau sudah dapat dari RS atau Klinik gak perlu bawa).

Perlengkapan untuk Mama
1. Pembalut bersalin 1 pack. Menurut saya lebih enak pakai pembalut bersalin ketika habis melahirkan spontan. Saya kan ada luka jahitan episiotomy saya merasa lebih nyaman ketika pakai pembalut bersalin karena biasanya lebih tebal. Siap-siap bawa lebih untuk pembalut ini, karena kan setiap 4 jam sekali harus diganti.
2. Baju kancing depan atau nursingwear untuk memudahkan mama ketika menyusui.
3. Baju pulang. Mama boleh lah bawa baju yang lebih presentable asalkan memudahkan mama dalam menyusui.
4. Underwear ukuran besar. Setelah melahirkan BB kita tidak serta merta kembali ke semula ya ma. Jadi utamakan kenyamanan.
5. Bra menyusui.
6. Korset atau gurita. Modelnya tergantung preferensi mama. Sekarang ini sudah banyak korset melahirkan yang gampang dipakainya dengan velcrow.
7. Peralatan mandi mama. Handuk, sabun, sampo, sabun cuci wajah dll (termasuk makeup kalau memang merasa perlu).
8. Pain killer. Ini yang paling saya sesali tidak saya sediakan. Pengalaman saya melahirkan setelah bius habis luka jahitannya mulai berasa sakit, padahal saat itu saya lapar pakai banget. Secara habis mengeluarkan tenaga banyak, akhirnya saya minta pain killer lagi ke bidan. Tujuannya cuma supaya bisa makan..haha.
9. Baju panjang, kaos kaki & selimut. Sehabis melahirkan saya merasa dingin. Entah kenapa saya belum tahu secara ilmu kebidannya gimana. Jadi lebih baik sediakan baju panjang atau kaos kaki atau selimut.
10. Bantal Menyusui, supaya mama lebih nyaman menyusuinya.
11. Botol semprot. Buat apa? Biasanya di RS kan pakai closet duduk yang pakai flush. Nah untuk yang partus spontan apalagi yang dapat jahitan terkadang si flush ini tuh semprotannya terlalu kuat. Jadi supaya luka jahitan gak sakit pakai botol semprot atau botol yang bisa di squeeze. Kalau ada gayung ya pakai gayung aja. ;)
12. Plastik hitam. Penting untuk membuang pembalut bekas, diaper bekas atau sampah lainnya.
13. Buku periksa kehamilan. Ini untuk jaga-jaga kalau ada kondisi emergency.

Source Pict: Freepik


Perlengkapan untuk Suami
1. Baju ganti suami. Pilih yang nyaman seperti bahan kaos.
2. Underwear
3. Jaket
4. Dokumen-dokumen seperti. KTP, KK, kartu asuransi atau kartu BPJS.
5. Charger
6. Perlengkapan foto jika ingin mendokumentasikan proses kelahiran.

Nah selesai, Daftar Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit. Sekali lagi daftarnya saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya. Maaf kalau ada yang kelewat dan tidak dimasukan. 
Menurut mama masih ada yang kurang kah? Yuk share di kolom komen kalau ada yang perlu ditambahkan lagi daftarnya.
Sekian postingan saya kali ini. Semoga daftar ini bermanfaat dan bisa membantu mama yang akan mempersiapkan Hospital Bag. Untuk mama yang akan menanti persalinan, always happy semoga semuanya diberi kesehatan agar persalinannya berjalan lancar. Amin.. Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. See you!





Review Hayuni: Viva White Waterdrop Sleeping Mask


Hi Beautiful Ladies!!

Satu lagi skincare product dari brand lokal yang akan saya bahas kali ini. Sebenarnya produk ini sudah rilis dari tahun lalu. Tapi saya baru tahu dari Youtube Channel Suhay Salim (yang penuh racun itu hahaha) bulan lalu. Yuhu produknya adalah Viva White Waterdrop Sleeping Mask. Jujur, dari segi harga saya tidak expect kelewat jauh mengenai produk ini. Tapi tidak ada salahnya dicoba, siapa tau bagus jadi bisa berhemat kan. As you guys know, produk sleeping mask yang pertama booming kan dari Korean brand, semurah-murah harganya tetap saja masih kalah murah dengan produk Viva ini. 
Lalu tanpa banyak kegalauan akhirnya saya ke DanDan untuk beli Viva White Waterdrop Sleeping Mask ini. Saya sudah pakai sekitar 2 Minggu. Tapi tidak setiap hari saya pakai, hanya 2-3 hari dalam seminggu saja. Lalu bagaimana hasilnya di saya? Yuk baca reviewnya dibawah ini.

Kemasan

  • Kemasan
Kemasan si Viva White Waterdrop Sleeping Mask ini berbentuk tube tanpa box. Warna tube-nya pink muda, ada tulisan Viva White Waterdrop Sleeping Mask. Gak neko-neko cantik dan simple. Menurut saya karena kemasannya tube ini jadi lebih memudahkan untuk aplikasi. Masalah higienitas. Kalau di jar kan otomatis kita ambil produknya dengan jari atau spatula. Kalau di tube kita tinggal squeez tube-nya tanpa mengkontaminasi produknya dengan jari atau spatula. 
Dibagian depannya juga ada keterangan berat produk Netto 80 gram. Dibagian belakang terdapat keterangan produk, cara pakai, ingredients, batch number, expired date dan keterangan produsen. 

  • Formula
Klaim produk: "Waterdrop sleeping mask diformulasikan khusus untuk menutrisi dan menjaga keseimbangan kadar air kulit sepanjang waktu tidur. Menjadikan kulit terasa lebih lembut, lembap dan kenyal"

Teksturnya si Viva White Waterdrop Sleeping Mask ini cream kental sebelum diaplikasikan. Setelah diusap di kulit teksturnya berubah jadi cair seperti meleleh gitu. Unik banget sih teksturnya. Di kulit saya produk ini bekerja sesuai klaimnya yang melembapkan. Kalau efek mencerahkan sih gak ada. Saya pakai sleep mask ini saat mau tidur setelah serum, karena saya gak pakai krim malam di rangkaian skincare yang saya gunakan. Skin concern saya masih di kulit kering jadi saya tidak butuh krim selain yang melembapkan. Sudah tahu kan kalau penggunaan sleeping mask seperti krim atau moisturizer pada umumnya, tidak perlu dibilas langsung dibawa tidur saja. 
Untuk tahu kenapa tekstur dan fungsinya produk ini melembapkan, yuk kita lihat ingredients-nya. Saya lihat detail ingredients dan fungsinya di website COSDNA ya. Silahkan buka websitenya buat kalian yang mau cari tau kandungan produk kosmetik apapun yang kalian punya.

Tekstur Sleeping Mask

Ingredients: Aqua, Cyclopentasiloxane, Propylene Glycol, Isoprpyl Palmitat, Dhimeticone, Betaine, Glycerin, Aloe Barbadensis Gel, Sodium Chloride, Cetyl PEG/PPG-10/1-Dimeticone, Decamethylcyclopentasiloxane, Cetearyl Dimeticone Crosspolymer, Hydrolyzed Collagen, Methylparaben, Perfume, Propylparaben, Glycyrrhiza Glabra, Taraxacum Officinale Rhizome/ root Extract, Spirulina Maxima Extract, Potassium Benzoate, Potassium Sorbate, Phenoxyethanol, Citric Acid. (Ulalala...semoga gak ada yang salah ketik ya, 5 tahun kuliah bisa dipertanyakan ngapain aja nih).

Kalau dilihat dari ingredients-nya yang utama adalah aqua (air) dan silikon (contoh: Cyclopentasiloxane dan Dimeticone). 2 kandungan ini pasti yang bisa memberikan kelembapan. Cyclopentasiloxane ini juga bahan yang biasa digunakan di kosmetik, fungsinya seperti seal, memberikan efek lembap dan halus. 
Selain itu si Viva White Waterdrop Sleeping Mask ini kalau dipakai ada efek shooting atau menenangkan gitu dikulit. Nah..sepertinya ini didapat dari si extract aloe-nya. Ada juga extract spirulina. Lalu ada kandungan Licorice ( Glycyrrhiza Glabra) yang berfungsi sebagai whitening.
Keseluruhan sih komposisinya memang silikon. Semua bahan yang digunakan juga termasuk bahan yang aman. Kecuali yang agak kontroversi, yaitu si paraben (Methylparaben & Propylparaben). Tapi kalau saya pribadi adalah golongan yang gak masalah pemakaian paraben sebagai pengawet dalam produk makeup (Kapan-kapan bahas paraben ya..saya cari informasi jurnal-jurnal penelitiannya dulu supaya informasi yang akan saya sampaikan bisa lebih terpercaya).
Tetapi...kalau kamu termasuk yang tidak setuju dengan penggunaan paraben atau ingin membatasi produk yang menggunakan paraben, saran saya sih mending skip untuk mencoba sleeping mask ini.

Kalau dibandingkan dengan Laneige Sleeping Mask gimana? Saya pribadi sih merasa fungsinya sama saja. Laneige gak lebih wah. Tapi memang si Laneige rasanya lebih ringan dikulit. Kalau dilihat kandungan utamanya juga sama. Hanya si Laneige memang tidak menggunakan paraben. Lagi..lagi, kalau tidak merasa bermasalah dengan penggunaan paraben dengan fungsi yang melembapkan tentunya si Viva White Waterdrop Sleeping Mask ini lebih worth it dari segi harga. 

  • Harga
Dari tadi saya sudah menyinggung soal harga ya. Berapa sih harganya? Kalau di onlineshop produk ini dijual dengan kisaran harga Rp 20.000-an keatas. Tapi saya sendiri beli di DanDan dengan harga Rp 30.000,-. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, Waterdrop Sleeping Mask ini cocok di kulit saya. Sama sekali gak buat greasy atau berminyak berlebih atau menimbulkan efek negatif lainnya. Jadi saya pribadi sih merekomendasikan untuk kalian yang memiliki tipe kulit kering untuk mencoba sleeping mask ini. Lumayan bisa irit banyak kan. 

Score: 

Nah itu lah review saya untuk si Viva White Waterdrop Sleeping Mask. Kalau kalian adakah yang sudah pernah coba produk ini? Yuk share pengalaman kalian di kolom komen ya. Sampai jumpa di review selanjutnya!!




Review Hayuni: Nacific Fresh Herb Origin Set (Toner, Serum, Cream & Sheet Mask)


Hi beautiful ladies!

Masih dalam rangkaian mencoba produk yang sedang hype. Kali ini produk yang saya coba adalah rangkaian skincare dari Nacific Fresh Herb Origin. Awalnya mau coba serum hitz-nya saja, tapi selagi window shoping malah menemukan satu set toner, serum, cream dan sheet mask. Harganya lebih murah dibanding beli serumnya saja. Yasudah jiwa mama ekonomisku keluar..hahaha. Saya sebenarnya bukan anak skincare karena gak telaten makenya, tapi kepincut pakai serum-serum sewaktu mencoba TO yang Alpha Arbutin yang cocok dikulit wajah. Mau repurchase tapi penasaran dengan si Nacific #ibukgalau. Lalu bagaimanakah hasil produk-produk ini di kulit saya? Yuk baca reviewnya sampai selesai ya.

Toner, Serum & Cream


  • Kemasan
Fresh Herb Origin Toner: Untuk toner ini kemasan travel 30mL. Bahannya plastik bening dengan tutup berwarna hitam. Kemasannya sih pas banget untuk dibawa bepergian, kecil dan simple. Ada keterangan nama produk dan produsen di botolnya.

Toner

Fresh Herb Origin Serum: Kemasan tserumnya juga berupa botol plastik dengan pipet. Isinya 50mL. Botolnya sedikit doff gitu. Lalu ada keterangan nama produk, produsen disekeliling botol dan keterangan expired date pada bagian bawah botol. Enaknya lagi bagian mulut botolnya seperti ada penahannya gitu. Jadi ketika mengambil produk tidak akan belepotan.

Serum

Fresh Herb Origin Cream: Kemasan cream-nya layaknya kemasan travel jar cream lainnya. Bahannya plastik. Berat isinya 12 gram. Tutupnya berwarna hitam sama dengan kemasan toner. Cocok juga dibawa untuk bepergian.

Cream

  • Formula
Fresh Herb Origin TonerCalendula Officinalis flower water, Butylene Glycol, Glycerin, Betaine, 1,2-hexanediol, Calendula Officinalis Flower Extract, Calendula Officinalis Extract, Hedera Helix (Ivy) Leaf/stem Extract, Hedera Helix (Ivy) Extract, Arctium Lappa Root Extract, Althaea officinalis root extract, Malt Extract, Opuntia Ficus-Indica Extract, Centella Asiatica Extract, Paeonia Albiflora Flower Extract, Convallaria Majalis Bulb/Root Extract, Magnolia Liliflora Flower Extract, Lilium Candidum Flower Extract, Ipomoea Purpurea Extract, Portulaca Oleracea Extract, Lactococcus/Leuconostoc//Lactobacillus/Zygosaccharomyces/Milk Ferment, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Feel Oil, Maltodextrin, Benzophenone-5, Sodium Metabisulfite, Arginine, Alcohol, Xanthan Gum, Water, Tocopheryl Acetate, Protease, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Hydrolyzed Collagen, Allantoin, Disodium EDTA.

Toner ini warnanya orange bening, wanginya citrus gitu dan cair. Pas dipakai di wajah cepat menyerap dan melembapkan. Membuat kulit terasa kenyal. Kalau dilihat dari sekian banyak ingredient toner ini kandungan utamanya adalah si Calendula Officianalis Flower Extract. Calendula Officianalis nama lainnya pot marigold, tanaman yang tumbuh di daerah mediterania. Ternyata tanaman ini memang sering dipakai sebagai medical herb. Karena memiliki banyak manfaat seperti anti-inflamantory, membantu menyembuhkan luka lebih cepat, mencegah infeksi dan bisa memperbaiki tampilan kulit. Ekstrak si Calendula ini juga menunjukan aktivitas anti-bakteri dan anti-fungal. Bahkan ada jurnal yang saya baca dari NCBI, yang meneliti Calendula Officianalis sebagai Cancer Treatment (treatment untuk kanker). Wow... 
Balik ke toner, saya merasakan kulit saya lembap (tapi gak lebay berminyak) setelah memakai ini. Kulit kalau sudah lembap yaudah segala masalah jerawat, kusam dan sensitif tuh jadi hilang. Mungkin karena kandungan si Calendula Officianalis Extract juga jerawat yang muncul di kulit saya jadi lebih cepat kering. Kalau mencerahkan? Umm...saya rasa gak. Ini hanya seperti hydrating toner gitu rasanya. 

Fresh Herb Origin Serum: Aloe Barbadensis Leaf Water, Glycerin, Limnanthes Alba (Meadowfoam) Seed Oil, Cetyl Ethylhexanoate, Hydrogenated Polydecene, Betaine, 1,2-Hexanediol, Citrus Limon (Lemon) Peel Oil, Camellia Japonica Flower Extract, Butylene Glycol, Water, Cymbopogon Schoenanthus Extract(1078ppm), Citrus Aurantifolia (Lime) Peel Extract, Mentha Rotundifolia Leaf Extract, Nymphaea Alba Flower Extract, Dipropylene Glycol, Sodium Palmitoyl Proline, Citrus Aurantifolia (Lime) Oil, Sodium Chloride, Curcuma Longa (Turmeric) Root Extract, Coptis Japonica Root Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil, Tocopheryl Acetate, Melia Azadirachta Flower Extract, Melia Azadirachta Leaf Extract, Eclipta Prostrata Extract, Pearl Powder, Melia Azadirachta Bark Extract, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Moringa Pterygosperma Seed Oil, Ocimum Basilicum (Basil) Flower/Leaf Extract, Ocimum Sanctum Leaf Extract, Dextrin, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin.

2 lapisan dalam serum
Kalau dilihat dari ingredients-nya banyak sekali ekstrak yang dipakai ya. Juga oil. Mungkin karena banyak sekali ekstrak dan oil yang dipakai jadi klaim produknya banyak sekali. Tapi kalau dari pengalaman saya agaknya serum ini overclaim ya. Produk ini katanya sudah lulus uji produk non-comedogenic. Jadi produk ini cocok untuk yang acne prone skin juga.
Di kulit saya sih ini hanya melembapkan. Bahkan membuat wajah saya jadi berminyak (ya karena kandungannya kan oil). Sebenarnya gak ada efek negatif di kulit, tapi saya kurang suka dengan kulit yang berminyak. Jadi saya tidak teruskan penggunaan setelah sebulan. Oia, serum ini wanginya citrus gitu, seger.

Fresh Herb Origin Cream: Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Water, Cetyl Ethylhexanoate, Glycerin, Caprylic/Capric Triglyceride, Cetearyl Alcohol, Butylene Glycol, Water, Niacinamide, Glyceryl stearate, Stearic Acid, Selaginella Lepidophylla Extract, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Saccharomyces/Viscum Album (Mistletoe) Ferment Extract, Lactobacillus/Soybean Ferment Extract, Saccharomyces/Imperata Cylindrica Root Ferment Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Thymus Vulgaris (Thyme) Extract, Origanum Vulgare Flower/Leaf/Stem Extract, C13-14 Isoparaffin, Dimethicone, Laureth-7, Anhydroxylitol, Betaine, Beeswax, Bixa Orellana Seed Oil, Sorbitan Sesquioleate, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Adenosine, Arginine, Xylitol, Xylitylglucoside, Xanthan Gum, Carbomer, Glycine Soja (Soybean) Oil, Tocopherol, Tocopheryl Acetate, Polysorbate 80, Polyacrylamide, PEG-100 Stearate, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Allantoin, Disodium EDTA, Fragrance.

Tekstur Cream

Cream-nya teksturnya tebal (thick). Cukup ampuh melembapkan kulit. Kandungannya masih dengan ektrak ya. Saya sih suka pakai cream ini di malam hari semacam sleeping mask. Karena benar-benar melembapkan kulit. Kalau dipakai di siang hari, terlalu berat dan membuat kulit saya berminyak.


Sheet Mask
Fresh Origin Sheet Mask: Kandungan utama sheet mask ini masih sama dengan si serumnya. Sheet mask ini hampir sama sih efeknya dengan serumnya. Melembapkan saja kalau di kulit saya. Tapi saya suka sheet mask ini tipis, jadi pas dipakai tuh enak nempelnya di kulit wajah.

  • Harga
Untuk satu set Nacific Toner, Serum, Cream dan Sheet Mask Fresh Herb Origin ini dijual dengan harga Rp 224.000-an di Yeppene. Kamu bisa beli via shopee ID atau Tokopedia Marketplace. 

Jadi dari satu set itu, yang paling aku suka adalah Tonernya. Karena kulit wajah saya tipe yang normal to dry, tapi tidak cocok dengan yang kandungannya oil jadi maaf untuk serum dan cream-nya belum jadi favorit. Kalau kalian gimana? Sudah pernah coba Nacific Fresh Herb Origin ini? Mana yang paling kalian suka? Share yuk di kolom komen dibawah.
Sekian review dari saya. Semoga review ini bermanfaat ya. Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. See you on next review!






Review Hayuni: Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse (05 Artisan Mauve)


Hi beautiful ladies!

Minggu ini saya masih mencoba lip product  yang baru rilis bulan lalu. Masih satu produsen dengan produk lipstik yang sebelumnya. Yup tau kan, Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse. Siapa sih yang gak penasaran untuk mencoba lip product ini termasuk saya. Ditambah banyak yang membicarakan produk ini di FD Forum. Akhirnya bulan ini menyisihkan budget untuk beli ini juga beberapa produk yang akan di review di blog ini (promo sekalian).
Minggu lalu saya dibantu adik sebagai model mencoba Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini. Penasaran gimana hasilnya? Yuk baca reviewnya dibawah ini.

  • Kemasan
Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini hadir dengan kemasan simple tube tanpa box. Jadi tube hanya dibungkus dengan plastik. Tube berbahan plastik doff berwarna yang mencirikan warna setiap shade dari lip mousse ini. Ada tulisan Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse di tube. Di tube-nya juga ada sticker informasi produk, warna, batch number dan expired date. Isi produknya hanya 4gram (ya sesuai dengan harga lah ya).
Kemasan Tube

Aplikator

Aplikatornya sama seperti aplikator lip cream pada umumnya. Ukuran aplikator masih ideal, untuk aplikasi sudut bibir masih ok hasilnya rapih. Gagang aplikatornya juga panjang, memudahkan ketika dipegang. 
Overall packaging Ok. Gak wah dan gak biasa juga. 

  • Formula
Claim product: Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse dengan formula Velvet Powdery Texture, longlasting & easy to set serta matte finish. Selain itu, kandungan Vitamin E di dalamnya akan menjaga bibirmu tetap lembap. 
Swatches


Lalu gimana aktualnya? Minggu lalu sih baru adik saya saja yang coba. Kalau dilihat hasilnya memang velvet matte gitu. Bukan yang matte banget.
Warna yang saya beli yaitu 05 Artisan Mauve. Awalnya saya kira warnanya akan ada hint coklat atau nude karena namanya kan Mauve, ternyata malah lebih ke arah pink dengan hint ungu.
Model: Ade

Hari ini saya coba pakai. Kalau teksturnya memang lebih creamy dari Lip Cream wardah yang sebelumnya, lebih lembut. Tapi, jujur kalau di bibir saya hasilnya patchy, membuat bibir pecah-pecah gitu. Padahal semalam sebelum tidur saya sudah pakai lip balm dan pas mau pakai lip mousse ini juga saya pakai lip balm terlebih dahulu. Hanya saja tetap membuat bibir pecah-pecah. Warnanya juga tidak menutup sempurna, seperti gak nempel. Walaupun intensitas warnanya bagus. Hasil di bibir memang velvet matte. 
Kemudian saya pakai sarapan. Selesai sarapan Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini masih bertahan di bibir. Walaupun sudah ada yang pecah-pecah tapi warnanya masih ada kelihatan jelas.
(Saya buat video review di IG Tv @hayu_ni silahkan dilihat supaya lebih jelas hasilnya reviewnya ya).

Saya pribadi kurang suka tipe lip product yang membuat bibir kering dan pecah-pecah. Jujur memang saya sepertinya gak cocok dengan lip cream Wardah. Karena dulu pernah mencoba produk lip cream juga hasilnya kering di bibir saya. Jadi maaf, sepertinya Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini gak akan saya pakai lagi. Mungkin akan saya preloved atau saya hibahkan saja.

  • Harga
Dari segi harga si Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini lumayan terjangkau di online dijual dengan kisaran harga Rp 45.000 - Rp 55.000. Buat yang penasaran ingin coba bisa cari di Shopee atau market place lainnya.

Final Score: 

Maaf sekali Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse. Saya tidak merekomendasikan kalian untuk beli ini, tetapi kalau kalian tetap pensaran untuk coba silahkan ya.. :)

Segitu dulu review kali ini. Semoga bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung di blog saya. Buat yang sudah coba produk ini yuk share pengalamannya di kolom komen. Sampai jumpa di review selanjutnya!!




Review Hayuni: Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain (A08 Plush)


Hi beautiful ladies!!

Sudah lama tidak review perlipstikan ya. Bulan Juli lalu bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Make Over merilis produk barunya yaitu, Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain. Dari namanya lip stain, yang ada dibayangan saya adalah seperti lip tint merk Korea. Sudah tentu produk ini dibicarakan banyak orang. Di forum Female Daily banyak yang posting dan review. Karena sebelumnya saya sudah pernah pakai Make Over Intense Matte Lip Cream dan saya suka, jadi penasaran untuk coba si Lip Stain ini. Alhasil beli lip stain ini di Shopee. 
Buat kalian yang penasaran ingin coba tapi masih mikir gimana kualitasnya, yuk simak review lengkap saya dibawah ini.


Kemasan


  • Kemasan
Make Over Powerstay Vivid Water Lip Stain ini kemasannya tube dengan bentuk kotak persegi panjang. Tema warna masih sama dengan produk Make Over lainnya yaitu hitam. Ukuran tubenya masih lebih lebar dari Make Over Intense Matte Lip Cream. Walaupun dari segi berat isi masih lebih sedikit, beratnya 5.5 gram. Selain itu badan tubenya plastik dengan efek frosted, dengan tutup warna hitam doff. Banyak yang bilang sekilas mirip dengan kemasannya YSL Beauty Tatouage Couture.
Aplikator

Tube


 Aplikatornya berbentuk seperti waterdrop, berbeda dengan aplikator yang lip cream. Kalau saya sih lebih suka dengan aplikator si Lip Stain ini. Karena sangat memudahkan untuk aplikasi disudut bibir, hasilnya bisa lebih rapih.
Box

Box

Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain ini juga disertai kemasan box karton. Dikemasannya terdapat tulisan nama produk, batch number, expired date, ingridients dan nama serta alamat produsennya.
Over all untuk kemasan saya suka. Karena lebih keliatan simple. 

  • Formula
Claim produk: Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain merupakan lip stain dengan tekstur yang sangat ringan seperti air serta menghasilkan warna yang intens dan natural. Dengan tekstur yang sangat ringan, lip stain ini dapat diaplikasikan berkali-kali dan tetap terasa nyaman di bibir, tidak menggumpal, dan tidak cracking (pecah) serta tahan lama hingga 12 jam tanpa membuat bibir kering.
Lalu apakah sesuai dengan claimnya?
Well, untuk tekstur ringannya memang benar, mungkin karena kandungan utamanya memang air (aqua) jadi terasa sangat ringan dibibir. Teksturnya juga cair tapi bukan yang seperti air banget gitu, beda dengan lip tint lainnya deh. Jadi seperti masih kental tapi gak creamy juga (gimana coba ya jelasinnya, mending beli deh biar bisa merasakan sendiri hehe). Intensitas warnanya juga bagus, lip stain tapi bisa menutup warna bibir asli. Tidak menggumpal dan tidak cracking, Yes. Tapi kalau tahan sampai 12 jam, saya rasa gak. Kalau dipakai makan dan minum masih transfer dan ya pasti hilang. Tapi gak masalah kalau buat saya.
Ada 8 pilihan warna yang bisa dipilih yaitu:
A01 Bumble
A02 Double Dare
A03 Kiss Bang
A04 Corvette
A05 Hot Miss
A06 Passion
A07 Xoxo
A08 Plush
Swatches

Saya beli yang A08 Plush, warnanya nude. Lebih cocok untuk ombre lip. Tapi kalau kamu pakai makeup mata yang berat juga bisa dipadukan dengan warna A08 Plush ini. Tadinya mau beli yang A07 Xoxo tapi soldout, sepertinya ini warna favorite. 
Si plush ini gak cuma cocok di kulit putih tapi di kulit saya yang sawo matang juga cocok, gak bikin pucet.
On Model

  • Harga
Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain ini harganya Rp 105.000,-. Tapi kalau kamu beli si Shopee Official Store Make Over lagi ada diskon jadi Rp 76.700. 

Keseluruhan dari lip stain ini saya pribadi suka sama seperti lip creamnya. Ringan dan lembut dibibir gak bikin bibir kering. Berkesimpulan bahwa produk lipstik Make Over emang bagus kualitasnya.. 
Buat yang masih galau, maju mundur...coba deh Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain ini Recommended kok.
Kalau menurut kalian gimana? Yuk share di kolom komentar dibawah ya. See you on next review

Update: Buat yang mau liat video review saya pakai Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain sekaligus uji ketahanannya silahkan cek IG saya di @hayu_ni video ada di IG TV ya.. Thank You...