Powered by Blogger.

Search This Blog

#PreggyJournal First Trimester: Berkah, Ngidam, Morning Sickness and Hormon Change

Assalamualaikum..

Hai beautiful ladies. Lama rasanya tidak menulis blog, kangen walau mungkin blog ini gak punya pembaca reguler..hahaha (ngenes sendiri).

Kabar bahagia sedang datang dikeluarga kecil saya. Alhamdulillah akhirnya saya hamil. Iya, setelah hampir 1 tahun kami menikah akhirnya kami berhasil juga yeayy!! (upss..). Cerita sedikit penantian kami selama hampir setahun. Sebenarnya kami tidak pernah menunda-nunda untuk segera memiliki anak. Kami malah berdoa dari awal menikah agar cepat dikaruniai anak. Secara usia saya dan suami sudah sangat matang. Saya dan suami sekarang berusia 28 tahun. Malah saya berkeinginan punya anak kembar sekalian biar langsung membesarkan 2 anak..hehe. Manusia kan boleh berencana dan berdoa, Allah yang menentukan jua. Seperti kenyataan bahwa kami harus menunggu hampir setahun. Berkah seminggu sebelum merayakan 1 tahun pernikahan. Allah maha pemberi rizky disaat yang tepat, bulan Ramadhan.

Ramadhan lalu saya genap puasa sebulan penuh. Sebenarnya saya tidak kaget karena jadwal haid saya memang tidak tentu. Ketika awal menikah saya pernah konsultasi ke dokter kandungan, diperiksa, Alhamdulillah tidak bermasalah itu hanya hormon yang tidak stabil kata dokter. Saya tenang lah. Jadi saat puasa kemarin saya tidak curiga sama sekali kalau saya hamil. Memang badan rasanya lemas, tapi ya namanya juga sedang puasa kan. Lalu sampai Idul Fitri saya juga belum mendapatkan haid. Saya masih santai. Saya cuma merasa saat shalat Id saya mual dan sampai rumah sarapan rendang dan ketupatnya keluar lagi. Ah...mungkin saya tidak biasa sarapan pagi-pagi sekali. Siangnya saya masih bisa makan ketupat, mie ayam, keliling makan cemilan. Saat itu saya ingin sekali sambal goreng ati (mungkin ini ngidam pertama saya) karena sampai kebayang-bayang. Besoknya malah kami masih sempat pulkam ke Garut naik bus dengan perjalanan 12 jam karena macetnya jalur Nagrek. Di bus saya cuma merasa mual, ya saya fikir wajar karena mabok perjalanan. Sampai garut untungnya saya bisa makan sambel goreng ati hahaha puas padahal ujungnya cuma makan sedikit.

Seminggu setelah itu saya cerita ke suami kalau saya pengen makan tekwan. Diperjalanan pulang kerja saya kebayang rasa tekwan sampai ngiler. Lalu kami makan tekwan di depan perumahan. Saat itu ngobrol-ngobrol kasih tau kalau sudah telat haid dan mau coba buat test pack. Suami bilang nanti akhir minggu saja. Tapi berhubung saya sudah tidak sabar besok paginya saya TP dan hasilnya garis 2, tapi garis yang satunya belum jelas. Saya dan suami masih ragu. Jadi ya masih santai-santai saja. Malam harinya kami ke bidan, diperiksa kata bidan sudah ada kantung rahimnya. Masih awal kehamilan. Senangnya kami, walau gak sampe ada adegan gendong-gendongan..hehe. Akhir minggunya kami ke dokter untuk USG, Alhamdulillah usia kandungan 4 minggu. (Saya mau cerita juga mengenai dokter dan RSIA tempat saya periksa dan bagaimana akhirnya saya memutuskan untuk akhirnya periksa disana. Di postingan selanjutnya ya)

USG minggu ke-17 ++ 

Lalu...muncul lah semua drama ibu hamil muda. Mulai dari kehilangan nafsu makan, mual, malas, pokoknya semua hal akibat meningkatnya hormon Progesteron. Hampir 2 bulan saya mengalami mual saat sore hari jadi bukan morning sickness melainkan twilight sickness (apadeh). Nafsu makan saya berkurang. Bahkan saat malam hari saya makan bubur kacang hijau supaya tidak muntah. Karena mengunyah makanan lama malah membuat mual. Pernah mengalami migrain juga. Lalu flu diawal kehamilan jadi saya harus full istirahat dan makan banyak supaya bisa cepat pulih. Penciuman semakin tajam apalagi dengan bau dapur. Iya dapur, saya sampai gak bisa masak karena menurut saya dapur saya bau padahal saya sudah bersihkan dan pel pakai karbol. Mencium bau bahan masakan tidak enak. Lalu masuk dibulan ketiga saya lebih kuat. Nafsu makan kembali, hanya mual tanpa muntah masih disore hari, sudah bisa masak walau sama bau-bau tertentu kadang masih terganggu dan tidak selemas awal kehamilan. Sebenarnya banyak teman-teman kantor yang komen melihat saya hamil biasa saja, seperti tidak mabok, tidak ngidam, makan masih doyan dan seger. Alhamdulillah. Buat saya drama hamil muda yang saya ceritakan memang tidak terlalu mengganggu saya. Paling tidak saya tidak menunjukkan drama di depan orang lain selain suami dan adik saya. Jadi kalau mual, ngidam, lemes, pusing dll saya mengeluhnya ya cuma ke suami (karena mama jauh). Ah...jadi kangen masakan mama..

Ketika hamil sudah pasti tubuh wanita mengalami peningkatan hormon Progesteron. Tujuan meningkatnya hormon adalah untuk perkembangan janin dan persiapan tubuh wanita untuk menjadi ibu. Walau akibatnya agak sedikit mengganggu, tetapi saya selalu menanamkan fikiran positif supaya menjalani kehamilannya tidak merasa tersiksa. Saya tidak pantang makanan. Selama makanan bersih dan matang (dan saya suka) saya makan. Saya tetap minum air es pada saat hamil. Es dan air putih tanpa tambahan gula. Beruntung saya bukan kopi dan teh addict. Saya juga mengalami perubahan payudara. Saya segera mencari bra maternity yang bahannya bagus. Saya dapat di toko online IG namanya @mamabebenursing (ini bukan endorse ya). Bra yang dijual memiliki kualitas yang bagus, dengan harga yang lebih murah dibanding dengan toko online lainnya. Bentuknya bukan yang ada kancing tetapi yang cross over yang menurut saya lebih memudahkan ketika nanti dipakai menyusui (tips-tips ada di posting-an selanjutnya). Persiapan celana hamil dan baju-baju besar juga perlu. Hindari memakai pakaian ketat saat hamil karena menurut saya kurang nyaman. Belt hamil kalau menurut saya lebih baik beli ketika usia kandungan sudah besar, saya pernah pakai di awal kehamilan (karena saya mengendari motor sendiri) tetapi tenyata malah sesak.

Paling penting menurut saya sih kenali bagaimana kondisi tubuh dan kehamilanmu. Saya dari awal memperhatikan apakah saya kuat mengendarai motor, saya perlu asupan apa saja, apa saya harus makan banyak atau makan sedikit tetapi teratur, makanan yang bisa saya makan dan kegiatan yang bisa saya lakukan. Saya beruntung bertemu dokter kandungan yang benar-benar tidak ribet. Saya diperbolehkan mengendarai motor, saya hanya dikasih penguat kandungan di bulan pertama kehamilan, tidak ada pantangan makanan selama itu bersih matang, susu kehamilan pun dianggap tidak perlu saya diperbolehkan minum susu apa saja, bahkan jika tidak ada keluhan saya boleh periksa 2 bulan sekali agar tidak selalu USG, beliau juga tidak asal main print hasil USG kalau saya tidak meminta dan vitamin yang diberikan adalah yang benar-benar diperlukan selama kehamilan. 

Karena setiap kondisi kehamilan itu berbeda jangan samakan kondisi kita dengan orang lain. Paling penting bagaimana agar tetap bahagia jalani kehamilan hingga melahirkan supaya ibu dan bayi sehat semua. Sampai ketemu di #PreegyJournal selanjutnya ya...