Powered by Blogger.

Search This Blog

5 Masalah ibu menyusui dan Tips Menanganinya

5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya

Hai ibu-ibu!

Masalah ibu menyusui dan Tips Menanganinya- Saat hamil, terbayang proses menyusui yang Aku pikir akan secara naluriah bisa dan mudah. Ternyata oh ternyata saat melewatinya muncul juga masalah menyusui yang harus dihadapi. 

Secara sadar dari sebelum hamil, Aku memang memutuskan untuk berusaha memberikan ASI eksklusif. Habis menikah bahkan Aku dipinjamkan Buku Pintar ASI dan Menyusui untuk dibaca. Sebagai persiapan agar saat menyusui tidak kaget. Walau ujungnya tetap ada kaget juga ya. 

Jadi masalah menyusui dan tips menanganinya ini aku rangkum dari pengalaman pribadi dan tentunya hasil baca buku menyusui tersebut. 

5 Masalah Menyusui Yang Pernah Dialami


1. Puting Lecet

Puting lecet adalah masalah yang paling pertama aku hadapi. Ini aku alami saat anak pertama. Tentu saja saat melahirkan anak pertama belum ada pengalaman, walaupun secara teori sudah belajar tetap saja saat praktik akan ada kebingungan.

5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya
Source: Canva


Secara teori ada 2 jenis nyeri puting pada ibu menyusui:

Nyeri Sementara: Nyeri yang terjadi pada minggu pertama melahirkan karena payudara lebih sensitif termasuk puting. Bayi pun sedang belajar menyusui. Jika posisi menyusui dan pelekatan benar nyeri akan hilang sendirinya.

Nyeri Kronis: Nyeri berkepanjangan yang merupakan tanda adanya masalah. Dikategorikan nyeri kronis jika nyeri yang dirasakan lebih dari satu minggu dan disertai puting lecet bahkan berdarah.

Apa yang aku alami saat itu sebenarnya dikategorikan ke Nyeri Kronis karena puting sudah lecet walau tidak berdarah. Pada H+2 pasca bersalin sebenarnya aku sudah merasakan nyeri puting, tapi tidak segera dilakukan penanganan. Maka nyeri berlanjut sampai 1 minggu lebih.

Tepat seminggu saat aku kontrol ke bidan, Aku baru melakukan evaluasi posisi dan pelekatan pada saat menyusui. Ternyata itu lah penyebab nyeri dan lecet puting yang Aku alami.


Tips menangani

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab lecet puting yang Aku alami adalah posisi dan pelekatan yang tidak benar. Jadi pertama-tama Aku cari tahu bagaimana posisi pelekatan yang benar. Dari mulai lihat gambar sampai Aku cari video di Youtube agar lebih jelas.

Saat akan menyusui Aku mulai dengan payudara yang tidak lecet. Jika keduanya lecet, puting bisa dikompres dengan es batu yang dibungkus handuk sebentar saja. Hanya untuk mematikan rasa sakit. JANGAN TERLALU LAMA MENGOMPRES! Karena bisa menghambat aliran ASI.

Setelah menyusui ibu bisa membasuh puting yang lecet dengan air hangat tidak lebih dari 5 menit. Kemudian ibu bisa membasuhkan sisa ASI (hindmilk). Hindmilk ini kaya akan Vit. E, hormon pertumbuhan dan antibakteri yang akan membantu mempercepat penyembuhan lecet puting. Kemudian puting dikeringan dengan menganginkannya secara alami. 

Penggunaan salep diperbolehkan dengan catatan pilih salep yang aman jika tertelan. Atau jika ibu menggunakan salep untuk puting, ibu bisa menyeka puting dengan kain lembap sebelum menyusui bayi untuk memastikan salep tidak tertelan.

Penting untuk tetap menjaga kebersihan payudara. Pastikan bra yang dipakai bersih, jika memakai breast pad pastikan menggantinya secara berkala jika sudah basah dan bersihkan payudara saat mandi dengan sabun dan air biasa.

Jika dirasa nyeri tidak kunjung reda dan lecet bertambah parah ibu bisa konsultasikan ke dokter laktasi. Penggunaan paracetamol atau ibuprofen diperbolehkan untuk mengurangi rasa nyeri.


2. Payudara Bengkak (Engorgement)

Payudara bengkak ini kondisi dimana payudara ibu terasa penuh dan membesar (bengkak). Bisa juga disertai rasa tidak nyaman dan nyeri. Penyebabnya adalah ASI yang menumpuk tidak dikeluarkan secara baik. Biasanya terjadi saat bayi sering tidur. 


5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya
Source: Canva

Saat anak pertama aku sering sekali mengalami payudara bengkak karena si bayi saat itu tidurnya lumayan panjang. Oh iya bedakan payudara penuh biasa dengan payudara bengkak ya. 

Jika penuh biasa aliran ASI masih lancar. Sedangkan payudara bengkak (keras) ini biasanya aliran ASI sudah tidak lancar, biasanya disertai nyeri dan bahkan demam.


Tips menangani

Sebelum menangani lebih baik ke pencegahannya terlebih dahulu ya. Pastikan bayi menyusu secara berkala dengan posisi dan pelekatan yang baik. Biarkan bayi menyusu sesuai dengan keinginan, nah jika bayi tidur lama lakukan pemerahan. Intinya jangan biarkan payudara penuh lebih dari 5 jam. Biarkan bayi menyusu pada satu payudara terlebih dahulu sampai selesai sebelum menawarkan payudara sebelahnya.

Kemudian jika sudah terlanjur terjadi pembengkakan, ini yang bisa ibu lakukan. Lakukan pemijatan payudara sebelum menyusui. Kompres dingin payudara 20 menit sebelum menyusui. Kompres hangat payudara dengan kain lembap beberapa menit sebelum menyusui. Kompres hangat tidak boleh lebih dari 5 menit karena akan memperparah pembengkakan dan peradangan. Ibu juga bisa mandi air hangat dengan air diarahkan ke punggung, tujuannya membuat ibu rileks. Ini dapat membantu memperlancar aliran ASI.

Hindari memakai bra dan pakaian yang ketat. Pakaian yang nyaman bisa menghindari rasa tidak nyaman di payudara. Asupan cairan juga tidak boleh kurang ya bu, jadi tetap harus cukup minum.


3. Mastitis

Mastitis adalah peradangan atau infeksi pada payudara. Biasanya terjadi pada usia bayi 6 minggu atau pada kapan saja saat ibu menyusui. Di anak pertama aku 2 kali mengalami mastitis selama menyusui 2 tahun. Ini di anak kedua baru satu kali. 

5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya
Source: Canva

Penyebabnya sama seperti payudara bengkak, karena ASI tidak dikeluarkan selama lebih dari 5 jam. Atau proses pengosongan ASI yang tidak benar. Contohnya, bayi hanya menyusu pada satu payudara saja. 

Biasanya terjadi di salah satu payudara. Anak ke satu dan kedua ini mastitis di salah satu payudara saja. Namun posisinya berbeda. Anak pertama dulu payudara sebelah kanan yang kena mastitis. Di anak kedua payudara sebelah kiri.

Membedakan payudara bengkak biasa dan mastitis adalah posisi bengkaknya. Kalau bengkak biasa tuh ya semuanya bengkak terasa membesar semua. Kalau mastitis biasanya saat diraba ada bagian payudara yang bengkak/menggumpal gitu. Dan aliran ASI sudah benar-benar tidak lancar. ASI yang keluar sedikit terlihat lebih kental dan berwarna agak kehijauan. Bahkan terasa sakit saat menyusui. Demamnya lebih panjang (lebih dari 24 jam).

Cara Mengangani

Aku pribadi jika sudah yakin mastitis dan demam bertahan walau sudah minum paracetamol, Aku akan konsul ke dokter. Karena ada peradangan biasanya akan diresepkan obat anti-radang dan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui tentunya.

Selain itu untuk penanganan dirumah, Aku lakukan hal yang sama dengan penanganan payudara bengkak. Kompres dingin 20 menit sebelum menyusui. Kompres hangat beberapa menit sebelum menyusui. Kemudian aku bantu dengan memerah ASI. Selebihnya sama dengan penanganan payudara bengkak.

Selain itu bed rest alias istirahat. Mau tidak mau ambil cuti. Karena stress dan kelelahan juga salah satu yang dapat memicu terjadi mastitis.


4. Milk Blister (karena saluran ASI tersumbat)

Milk Blister ini kalau kata Dokte Meta jerawat ASI. Aku mengalami ini saat anak pertama usia 9 bulanan. Jadi ada titik putih di puting yang rasanya sakit. Selain itu juga terjadi pembengkakan di payudara. 

5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya
Source: Canva

Biasanya diakibatkan ada saluran ASI tersumbat lalu diatasnya ada lapisan kulit tipis yang tumbuh. Rasanya sakit sekali di puting, saat disusui atau diperah.

Cara menangani

Jangan memecahkan titik putih dengan jarum! Tidak steril bu, bisa-bisa malah terjadi infeksi. Ibu bisa lakukan kompres hangat lembap menggunakan handuk fokuskan pada bagian puting yang putih. Lakukan secara periodik sebelum menyusui atau sebelum memerah.

Kompres lembap hangat bisa membantu melunakan kulit sehingga bisa membuka saluran ASI yang tersumbat tersebut. 

Memang sakit bu. Tapi harus sabar. Tetap susui bayi seperti biasa atau perah ASI untuk membantu mengosongkan payudara. Pakai bra dan pakaian yang longgar.

Namun, jika saluran ASI tidak membaik atau rasa nyeri bertambah silahkan konsultasikan ke dokter laktasi.


5. Bayi Menggigit

Aku mengalami ini tentu saja saat anak-anak tumbuh gigi, gusi gatal lalu mereka mencari apa yang bisa digigit. Atau bisa juga saat anak menyusu lalu tertidur, jadi mulut akan langsung menutup lalu menggigit puting. Biasanya jika sudah tergigit akan mengakibatkan lecet.

5-masalah-menyusui-dan-tips-menanganinya
Source: Canva


Cara menangani

Penanganan awal adalah bagaimana memberi pengertian ke bayi bahwa tidak boleh menggigit puting ibu. Bayi akan mengerti kok perkataan ibu ini. Katakan dengan tegas namun lembut.

Usahakan saat menyusu tidak ada gangguan yang bisa memicu bayi menggigit. Jangan diajak becanda bu. 

Jika bayi menggigit usahakan jangan berteriak. Karena bayi akan menganggap ibu sedang becanda. Atau bahkan bayi kaget malah trauma tidak mau menyusu.

Ibu dapat melepaskan gigitan dengan cara menekan perlahan dagu bayi atau menyelipkan jari kelingking ibu (yang bersih tentunya) ke ujung mulut bayi.

Menjelaskan ke bayi bahwa dia tidak boleh menggigit puting harus terus diberikan ya bu.


Nah, itulah 5 Masalah Menyusui dan Tips Menangani yang bisa Aku kasih berdasarkan pengalamanku sendiri. Semoga bermanfaat dan dapat membantu ibu yang sedang mengalami masalah menyusui.

Terimakasih sudah mampir. 

💖 Hayu


Review SNP Prep Salironic Serum, Aman Untuk Kulit Sensitif

review-snp-prep-salironic-serum


Buat kalian para skincare enthusiast pasti sudah tidak asing dengan produk rangkaian dari SNP Prep. Kalau boleh sedikit flashback aku pernah ikut event pre-launch rangkaian SNP Prep yang pertama yaitu Peptaronic. Produk yang aku akan bahas adalah SNP Prep Salironic Serum. Jadi ini rangkaian yang berbeda ya.

Sebelum lanjut aku mau sedikit cerita, saat itu memang pihak SNP sudah kasih bocoran bahwa akan ada rangkaian SNP Prep lainnya. Perbedaan fokusnya akan ada pada active ingredient yang dipakai dan ditujukan untuk jenis kulit apa. Walaupun secara basic SNP Prep bisa dipakai untuk semua jenis kulit.

Sampai saat ini rangkaian yang sudah ada SNP Prep Peptaronic, SNP Prep Cicaronic, SNP Prep Vitaronic, SNP Prep Clayronic dan yang akan aku review salah satu produknya SNP Prep Salironic. 

Kalau ingat dulu rasanya bangga dan senang bisa ikut event pre-launching. Bisa ketemu teman-teman blogger juga. Ah…jadi kangen ya event-event sebelum pandemi.


Anyway, tanpa banyak cerita lagi mari kita masuk ke Review SNP Prep Salironic Serum.


Apa itu SNP Prep Salironic?

SNP Prep Salironic adalah rangkaian basic skincare yang terdiri dari Cleanser, Toner, Serum dan Cream yang memiliki kandungan bahan aktif  Betaine Salicylate (BHA); 5 Tipe Hylaruonic Acid. Penggabungan dari 2 bahan aktif utama tersebut disingkat Salironic

Selain 2 bahan aktif BHA dan Hyaluronic Acid rangkaian SNP Prep Salironic ini juga mengandung Ceramide, Squalene, Chamomile dan Heartleaf

Bahan-bahan tersebut bisa dibilang Hero Ingredients yang ada di dalam SNP Prep Salironic.

Dari kandungannya tersebut SNP Prep Salironic ini cocok digunakan untuk tipe kulit sensitif dan berjerawat. Walau sebenarnya seperti yang sudah ku tuliskan diatas, rangkaian Salironic ini juga aman digunakan untuk semua jenis kulit. 

Seminggu ini aku dapat kesempatan untuk coba SNP Prep Salironic Serum. Aku masukan di rangkaian skincare pagi dan malam. Mari kita bahas ya performa serum ini…


review-snp-prep-salironic-serum


Desain Kemasan SNP Prep Salironic Serum


SNP Prep Salironic ini desain kemasannya berwarna putih-ungu. Buat tahu desain kemasan SNP Prep Cicaronic kalian bisa cek disini. 

Setiap rangkaian SNP Prep memang mempunyai desain warna berbeda ya. Dengan perbedaan warna ini kita jadi lebih mudah membedakan setiap rangkaiannya.

Nah, untuk SNP Prep Salironic desainnya berwarna putih-ungu. Kemasan serumnya botol dengan tutup flip top. Kalau kalian sudah mengikuti produk SNP Prep pasti tahu ciri khas kemasan serumnya memang kemasan bulky seperti ini.

Isinya 110mL jauh lebih banyak dari kebanyakan kemasan serum yang biasanya hanya 30mL.

Di badan botol serumnya terdapat sticker berisi informasi produk dan klaim produk. Selain itu ada juga tulisan informasi produk dengan huruf Hangul/Korea. 

Di bagian mulut botol ada seal-nya. Jadi sebelum dipakai, seal harus dibuka terlebih dahulu ya. Menurutku ini point plus, isi produknya jadi benar-benar aman dan terhindar dari kerusakan. Mengingat ini produk kan dibuatnya di Korea ya.

Di bagian bawah kemasan botol ada keterangan tanggal kadaluarsa produk. Point plus lagi ya jadi tidak perlu simpan kemasan dusnya.

Serum ini juga disertai dengan kemasan box/dus yang desainnya senada dengan kemasan botolnya. Nah, pada kemasan dus keterangan produknya pakai bahasa Inggris dan ada juga keterangan dengan bahasa Indonesia. 

Keterangan pada kemasan dus lengkap ya. Kalian bisa cek ingredients, cara pemakaian, keterangan manufacture, importir dan distributor juga ada.

Satu hal yang paling penting juga ada keterangan bahwa produk sudah BPOM. Jadi produk ini sudah resmi diperjual belikan di Indonesia.



review-snp-prep-salironic-serum


Formula SNP Prep Salironic Serum


No. BPOM: NA26210100539


Ingredients List: Water, Glycerin, Butylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Carbomer, Arginine, Ethylhexylglycerin, Allantoin, Dipotassium Glycyrrhizate, Disodium EDTA, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Hydrogenated Lecithin, Squalane, t-Butyl Alcohol, Houttuynia Cordata Extract, Gluconolactone, Betaine Salicylate, Citric Acid, Ceramide NP, Cholesterol, Diospyros Kaki Leaf Extract, Vitis Vinifera (Grape) Fruit Extract, Coffea Arabica, (Coffee) Seed Extract, Carthamus Tinctorius (Safflower) Flower Extract, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Castanea Crenata (Chestnut) Shell Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Anthemis Nobilis Flower Extract, Phytosphingosine, Pentylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid


Kalau dilihat dari kandungan Betaine Salicylate serum ini bisa dikategorikan Exfoliating Serum tapi yang amat sangat lembut. Walaupun bekerja mengeksfoliasi serum ini tidak akan membuat kulit kering ada ada kandungan Hyaluronic Acid

Justru dengan ada kandungan Ceramide di dalam serum ini dapat memperkuat skin barrier. Ditambah dengan Squalene yang bisa mengunci kelembapan. Serta kandungan Chamomile dan Heartleaf yang berfungsi untuk shooting kulit yang sensitif dan berjerawat.

Jadi bisa disimpulkan ini serum exfoliasi yang sensitive skin friendly. Aman digunakan untuk kulit sensitif karena tidak akan membuat kulit iritasi dan kering.

Tekstur dari serum ini kental mirip gel dan transparan (bening). Walau kental tapi serum ini mudah menyerap di kulit. Aku pakai ini setelah hydrating toner, aku pakai dengan cari diratakan keseluruh wajah lalu ditepuk-tepuk pelan supaya serumnya menyerap.

Serum ini juga fragrance free, walau aku pribadi tidak bermasalah dengan penggunaan pewangi pada skincare tapi mungkin ada beberapa dari kalian yang kulitnya sensitif dengan pewangi. Jangan khawatir ya serum ini bebas pewangi.

Produk ini juga sudah diuji “Skin Irritation Test” dan hasilnya “Non-Irritation”.


Review dari kacamatahayuni

Aku pakai serum ini sudah selama seminggu. Aku pakai setelah hydrating toner di pagi dan malam hari. Selama aku pakai serum ini aku tidak pakai serum lainnya ya.

Lalu apa yang aku rasakan terhadap kulitku?

Pemakaian pertama aku hanya notice lembab. Aku yakin ini karena kandungan HA-nya. Serumnya lumayan cepat menyerap setelah diratakan dan ditepuk-tepuk. Tapi seperti skincare dengan kandungan HA lainnya akan ada sedikit efek sticky di kulit. Kulit akan terasa lembap dan plumpy.

Pemakaian 2-3 hari aku merasa kulitku mulai ada perubahan tekstur. Karena pas pertama coba ini aku baru sembuh dari sakit, yang mana pas sakit itu aku tidak pakai skincare sama sekali kulitku jadi kasar dan dibagian dahi muncul beruntusan.

Setelah seminggu aku rasakan sih beruntusan hilang dan tidak muncul bruntusan lagi. Tekstur kulit juga jadi lebih halus. 

Walaupun serum ini bisa untuk exfoliasi aku tidak merasakan iritasi sama sekali. Sebaliknya kulit terasa lebih bisa menyerap skincare lainnya. 


That’s all my review for SNP Prep Salironic Serum. Semoga membantu kalau-kalau ada diantara kalian yang ingin coba produknya. Buat kalian yang sudah coba yuk share pengalaman kalian di kolom komentar. 


6 Tips Anti Galau Ibu Bekerja

6-tips-anti-galau-ibu-bekerja


Halo Ibu!

Sebelum meneruskan membaca tulisanku lebih lanjut, aku mau menyampaikan apa yang aku tuliskan mengenai 6 Tips Anti Galau Bagi Ibu Bekerja ini bukan untuk tujuan mengecilkan pilihan yang sudah ibu-ibu buat. Tujuanku menuliskan ini adalah untuk menyebarkan aura positif saling mendukung sebagai sesama ibu.

So peace love and gahul ehehehe..



Kegalauan Yang Dihadapi Ibu Bekerja

Buat yang sudah lama membaca blog aku atau sudah berteman di IGku pasti kalian tahu kalau aku ini ibu bekerja dengan dua anak. Anak pertamaku usia 3,5 tahun dan anak keduaku usia 1,5 tahun. 

Aku yakin kalian ibu-ibu yang sudah lebih senior pasti faham sekali struggling apa yang harus dihadapi ibu bekerja dengan 2 anak. Menjadi ibu yang bertanggungjawab dengan pengasuhan, urusan rumah dan juga pekerjaan kantor terkadang menimbulkan kegalauan dan bahkan stress.

Kegalauan yang biasanya muncul adalah saat anak sakit. Harus menemani anak sakit sementara di kantor ada pekerjaan yang tidak dapat ditunda atau tidak dapat diwakilkan.

Sebenarnya untuk menghindari kegalauan dan stress itu ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan. Memang tidak langsung akan langsung serta merta mengatasi kegalauan tapi paling tidak dapat membantu ibu untuk lebih bisa mengatur semuanya dengan kondisi yang lebih tenang.

Nah, aku mau berbagi tips ini semoga dapat membantu kalian para ibu yang punya kondisi sama denganku. Tanpa banyak kata lagi yuk baca sampai habis tipsnya ya.

Back to Content ↑



6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva


6 Tips Anti Galau Ibu Bekerja


1. Bertanggungjawab dengan pilihan yang telah dibuat

Setiap ibu pasti dihadapkan dengan pilihan. Seperti yang sudah aku tulis diatas aku tidak akan membahas mengenai pilihan apa yang ibu pilih. Pilihan tersebut salah atau tidak. Aku tidak akan membahasnya. 

Disini yang mau kutekankan adalah kita harus bertanggungjawab terhadap pilihan yang sudah kita pilih (apapun itu). Disini karena pembahasannya adalah ibu bekerja maka aku akan fokus kesitu ya.

Ibu ketika sudah memilih bekerja tentu saja harus bertanggungjawab terhadap pilihan tersebut. Terhadap keluarga (anak) tentu yang utama. Tapi juga HARUS bertanggungjawab terhadap pekerjaan. Sadar betul apa tanggungjawab pekerjaan ibu. 

Jangan juga ibu mengesampingkan performa ibu di kantor atau tempat ibu bekerja. Bagaimanapun itu akan mempengaruhi kelangsungan pekerjaan ibu.

Kecuali…Ibu sudah tidak peduli dengan performa dan semua tanggungjawab pekerjaan. Ya maaf aku sih akan bilang “Yasudah pilih resign saja bu”.



6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva

2. Ini Bukan Salah Siapa-Siapa

Jujur aku agak bingung menempatkan point 1 & 2 ini. Apakah harus mengatur rasa bersalah yang ada di dalam diri ibu terlebih dahulu baru menanamkan rasa tanggungjawab atau sebaliknya? (Kok jadi malah nanya ya)

Intinya sih mengelola perasaan ibu sendiri. Jika ibu sudah memutuskan untuk bekerja atas dasar pilihan sendiri tanpa paksaan dari siapapun. Maka kondisi yang ada dan yang akan dihadapi bukan salah siapapun. Termasuk bukan salah dirimu ya bu.

Jangan menyalahkan orang lain atas kondisi yang terjadi di kehidupanmu. 

Juga jangan salahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri hanya akan menahan diri ibu untuk berkembang. Karena ibu hanya akan ada dalam lingkarang rasa bersalah. 

Padahal seorang ibu juga punya hak untuk mengembangkan diri menjadi apapun yang diinginkan. Menambah ilmu pengetahuan. Memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tanpa harus mengabaikan tanggungjawab atas pegasuhan.

Yakin bahwa ibu mampu, ibu bisa melakukan lebih dari apa yang ibu bayangkan.


6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva

3. Meminta bantuan bukan berarti kalah

Bekerja apalagi full time, harus mengurus anak yang masih batita dan mengurus rumah. Tidak mungkin bisa ibu lakukan semuanya sendirian. 

Libatkan peran suami. Tentu saja sedari awal ketika akan menentukan pilihan suami selalu diajak berdiskusi kan bu? Libatkan beliau untuk membantu ibu. 

Suami yang pengertian pasti akan bersedia untuk membantu istrinya. Ikut senang istrinya dapat mengembangkan diri. 

Semua harus didiskusikan ya bu bukan atas keputusan satu pihak. Lagi-lagi tidak ada standar dalam pengaturan ini. Semuanya disesuaikan dengan kondisi yang ibu hadapi.

Misalkan ibu memang sudah sangat perlu bantuan dari pihak lain ya tidak apa-apa.

Misal butuh bantuan pengasuh tidak ada salahnya memakai pengasuh. Atau pilihan lainnya seperti day care. Tidak ada yang paling bagus atau jelek.

Berdasarkan pengalaman dan kondisiku pribadi aku lebih cocok pakai pengasuh untuk membantu menjaga anak-anak selagi aku bekerja. Pengasuh adalah pilihan yang aku dan suamiku anggap paling sesuai.

Ada juga seorang teman yang lebih nyaman menitipkan anaknya di day care tentunya dengan alasan yang dia (dan suami) miliki tersendiri. Kalau tidak salah hampir 3 tahun pakai day care mereka enjoy dengan kondisi seperti itu. Dan itu tidak salah. 

Bahkan jika ibu hanya butuh bantuan IRT untuk bebersih rumah saja itu juga tidak salah kok. 

Bantuan yang memang ibu butuhkan akan membantu ibu fokus untuk mengerjakan pekerjaan. Jika ibu fokus performa pekerjaan ibu bagus. Maka itu menunjukan bahwa ibu bertanggungjawab terhadap pilihan yang sudah ibu ambil. Silahkan minta bantuan jika memang butuh bantuan.

Meminta bantuan bukan berarti ibu kalah




6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva

4. Manfaatkan Teknologi

Jika ibu bekerja full time office hour yang mengharuskan ibu meninggalkan anak-anak selama kurang lebih 8 jam. Manfaatkan teknologi untuk tetap berkomunikasi dengan mereka.

Lakukan video call disaat jam istirahat untuk melihat kondisi anak-anak. Ibu bisa meminta pengasuh untuk standby menjawab chat. Ibu bisa chat di pagi saat sampai kantor, siang saat istirahat dan terakhir sore sebelum pulang untuk menanyakan kondisi anak-anak.

Jika diperlukan ibu bisa install CCTV di rumah untuk tetap bisa memantau kondisi anak-anak. Dengan begitu walaupun ibu bekerja ibu tetap bisa memantau kondisi anak.


6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva

5. Jadwalkan Me Time

Rawat diri sendiri dengan baik untuk dapat merawat keluarga dengan baik

Buat jadwal me time untuk ibu. Walau hanya sejam dua jam tapi aku yakin melakukan apa yang ibu suka akan menghindari ibu dari stress.

Rawatlah diri ibu. Perawatan tidak harus yang wah. Olahraga teratur. Pakai skincare, luluran di rumah atau sekedar pakai masker sambil nonton drakor juga sudah bisa re-fresh tubuh dan fikiran.

Bahkan ibu dan suami juga boleh buat jadwal kencan. Pergi berdua untuk sekedar nonton film atau makan. Ini penting untuk tetap menjaga keharmonisan pernikahan.



6-tips-anti-galau-ibu-bekerja
source: canva

6. Moms Empower Moms

Aku yakin ibu pasti punya teman-teman yang bisa diajak untuk cerita kan? Mungkin ada teman sekantor yang bisa diajak ngobrol, curhat mengenai kegalauan ibu. Atau teman sesama ibu tetangga di rumah. Atau mau ngobrol sama aku juga boleh DM atau email saja InsyaAllah aku balas.

Terkadang kita tuh gak butuh solusi kan ya, cuma butuh didengarkan saja.

Sesekali mengeluh tidak apa-apa kok. Pas lagi capek, pas lagi kesal atau sedih ngeluh tuh gak apa-apa. Ngeluh, marah dan nangis gak apa-apa untuk membuat ibu menjadi semakin kuat nantinya.

Jangan lupa jika sebaliknya jika ada teman yang butuh didengarkan bersedialah mendengarkan. Lebih bagus kalau bisa saling menguatkan. 


Itu semua tips-tips yang bisa aku bagi. Menuliskan ini bukan berarti aku sudah sempurna ya, tidak pernah galau atau stress. Pastinya pernah. Sering malah. Tapi dengan ingat hal-hal diatas biasanya aku jadi ingat lagi tujuanku. 

Semoga ini bisa sedikit membantu ibu-ibu juga ya. Terimakasih sudah mampir membaca blog ini. 

Ibu, kita ini hanya manusia biasa jadi tidak apa-apa jika kita tidak sempurna.



Studio Tropik Dream Setter Untuk Set Makeup Dan Lindungi Kulit Dari Polusi




Hi Beauty!

Produk yang mau review kali ini sebenarnya tidak sengaja ku beli. Karena ada yang book makeup untuk acara wisuda dan dia ini adalah klien pertamaku. Peralatan makeup ku belum banyak dan aku gak punya setting spray. Makeup wisuda kan harus tahan lama ya. Jadi saat memutuskan beli setting spray ini tujuannya ya untuk membantu makeup tahan lama. Aku beli kemasan travel, alasannya ya jelas karena belum tahu kapan ada lagi yang book makeup. Jadi biar gak sayang ya beli kemasan kecil saja, bisa sekalian ku pakai kalau aku kondangan atau ada acara yang mengharuskan aku pakai makeup. Atau siapa tahu kalian ada yang mau book makeup bisa cek IG @makeup_hayuni bisa book via DM IG dan Whatsapp (hehehe promosi dikit).
Panjang sekali muqadimah-nya buk. Maaf..maaf..yuk kita langsung bahas 



Studio Tropik Dream Setter





  • Packaging

Kita bahas mulai dari kemasannya. Aku sudah tulis, aku beli kemasan travel isi 30mL. Kemasannya botol plastik dengan kardus. Tema warnanya ungu. Sebelum lanjut aku mau kasih tau aku gak akan bahas produk ini dupe-nya Urban Decay All Nighter atau gak. Kenapa? Karena aku belum pernah pakai setting spray dari Urban Decay itu. Mahal cyiin.. Hahaha.

Aku pribadi gak ada masalah dengan kemasannya dari warna atau bahan yang dipakai. Di kemasan kardusnya tercantum nama produk, ingredients, cara pakai dan informasi produk lainnya.





Di kemasan botolnya juga sama. Ada tulisan informasi produk. Jadi kalian gak perlu simpan kemasan kardusnya. Karena informasi penting seperti expired date juga ada di kemasan botolnya. Di bagian kepala botolnya ada tutupnya. Spray nya juga halus. Kalau baca di websitenya Studio Tropik ada informasi mereka memperbarui sprayer nya dengan teknologi micro mist. 

  • Formula

Ingredients bisa dilihat di foto ya. Studio Tropik Dream Setter ini alcohol free, cocok untuk kulit sensitif yang mudah iritasi. Tapi kalau dilihat masih ada fragrance harus hati-hati untuk kalian yang sensitif dengan fragrance. 



Klaim produk ini dapat membantu make-up bertahan lebih lama dan tidak mudah pudar sepanjang hari hingga 16 jam. Selain itu produk ini mengandung ekstrak Plant Cell dari tanaman Marrubium vulgare yang dapat melindungi kulit dari polusi debu, asap, dan partikel kotoran. Jadi Studio Tropic Dream Setter ini cocok dipakai jika kalian akan ada acara out door.
Sewaktu kemarin aku pakai ini untuk makeupin klien, aku pakai setting spray ini setelah makeup selesai hasilnya lebih nempel, gak powdery dan matte. Selain itu gak ada komplain juga dari klienku mengenai makeup luntur.


Hasil Makeup

Aku juga nyoba Studio Tropik Dream Setter untuk dipakai ke aku sendiri. Aku pribadi suka, bedak TWC yang aku pakai lebih nempel dan awet. Jenis kulitku kan kering ya, hasil setting spray ini matte. Tapi aku gak merasakan efek kulit ketarik atau mengelupas. Produk ini juga gak memunculkan efek negatif di kulit wajahku. Masalah proteksi terhadap polusi, itu hal yang gak bisa dilihat secara kasat mata sih. Jadi aku pun masih bingung bagaimana membuktikan klaim yang itu. 

  • Price

Aku beli ini di Shopee official store Studio Tropik harganya Rp 59.000. Lalu apakah worth it? Menurutku sih untuk brand lokal dengan harga segitu worth it. Tapi kalau untuk MUA lebih baik beli yang kemasan full. Bisa juga beli di websitenya Studio Tropik ya. 




Seberapa penting setting pray? Aku sih gak jago makeup ya. Menurutku selain produk complexion yang bagus si setting spray juga sangat membantu untuk membuat makeup awet. Tapi kalau preferensi kalian gak pakai setting spray pun awet-awet aja ya monggo, sama aku mah bebas aja. Hehehe.

Itu saja review dari pengalamanku memakai Studio Tropik Dream Setter ini. Adakah kalian yang pernah coba juga? Share pengalaman kalian di komen ya. Terimakasih sudah berkunjung. Sampai jumpa di review selanjutnya!





Disclaimer: This is not a sponsored post. I will label Partnership for every collaboration post on this blog.