Powered by Blogger.

Search This Blog

Showing posts with label #PreggyJournal. Show all posts
Showing posts with label #PreggyJournal. Show all posts

10 Tanda-Tanda Kehamilan Trimester 1

10-tanda-kehamilan-trimester-1

Halo bunda!

Sebagai pasangan yang sudah menikah tanda garis dua sudah pasti menjadi hal yang paling dinantikan ya. Biasanya test pack akan dilakukan setelah bunda merasakan beberapa tanda-tanda kehamilan. Ini bertujuan untuk memastikan apakah tanda-tanda yang bunda alami terjadi karena disebabkan kehamilan.

#Momshood: Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir (New Born Essential List)

daftar-perlengkapan-bayi-baru-lahir


Hi beautiful moms!

Kenapa aku pakai sapaan ‘moms’? Karena di blog post kali ini akan masuk label #momshood, aku akan membahas mengenai perlengkapan apa saja perlu dipersiapkan untuk bayi baru lahir. Kehamilanku sudah masuk 37 minggu dan aku sudah mulai beberes perlengkapan untuk  persiapan persalinan. Jadi aku putuskan sekalian saja ku share apa saja perlengkapan bayi yang aku persiapkan.

Sebelumnya aku mau kasih tahu kalau ini adalah kehamilan keduaku. Jarak anak pertamaku dengan anak keduaku ini kira-kira akan sekitar 2,5 Tahun. Jadi memang ada beberapa perlengkapan si kakak yang masih ku simpan dan akan ku pakai lagi. Tentu saja dengan mempertimbangkan masih layak pakai atau tidak.

Daftar perlengkapan yang akan aku share ini sesuai dengan kondisi ku ya, terutama kondisi financial..hihihi. Alias sesuai dengan budget. Aku berharapnya tulisan ini akan membantu para ibu baru yang kondisi budgetnya 11-12 sama aku untuk mempersiapkan perlengkapan bayi tanpa harus kalap belanja. 

Daftarnya ku bagi-bagi ya, dari pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi dan perlengkapan tambahan. Untuk perlengkapan ibu InsyaAllah akan aku share di post yang berbeda ya.

Baik lah tanpa berpanjang-panjang lagi yuk langsung masuk ke daftar perlengkapannya.


daftar-perlengkapan-bayi-baru-lahir


Pakaian Bayi

Ada yang perlu diingat oleh ibu bahwa anak bayi itu cepat sekali tumbuhnya. Jadi jangan sampai terlalu banyak menyiapkan baju dengan ukuran NB ya.
  • Setelan baju lengan pendek 
  • Setelan baju lengan panjang
  • Setelan baju lengan kutung
  • Sleep Suit. Memudahkan untuk tidur di malam hari karena gak perlu pakai mitten dan selimut.
  • Jumper 
  • Topi bayi
  • Mitten (Sarung tangan & Kaki) supaya bayi gak garuk-garuk wajah, kuku bayi panjang dan bisa buat lecet kulit wajahnya.
  • Kain bedong. Bisa dipakai untuk bedong atau selimut.
  • Diapers. Aku pribadi lebih suka pakai diapers daripada popok kain, ku tak sanggup mencucinya. Saranku kalau mau pakai diapers ada baiknya ibu mulai mencicil beli di usia kehamilan 32 minggu. Karena bayi baru lahir itu sering pipis dan pup. Jadi pasti butuh banyak diapers.


daftar-perlengkapan-bayi-baru-lahir



Perlengkapan Tidur

  • Bassinet/ Kasur bayi/ Baby crib, terserah ibu saja asal beli yang sesuai budgetmu ya.
  • Selimut. Pilih yang bahannya ringan.
  • Bantal dan guling. 


daftar-perlengkapan-bayi-baru-lahir



Perlengkapan Mandi

Untuk perlengkapan mandi aku list yang benar-benar akan terpakai saja. Aku juga hanya menyiapkan Sabun, Shampoo (atau yang 2in1), minyak telon, hair lotion dan diaper cream. Bayi baru lahir sebenarnya tidak memerlukan banyak perawatan macam-macam. Sesuaikan saja sabun dan shampoo dengan kondisi kulit bayi ibu ya.
  • Sabun bayi
  • Shampoo bayi
  • Bak mandi 
  • Minyak telon
  • Hair lotion
  • Diaper cream
  • Handuk bayi
  • Tissue basah. Untuk membersihkan BAK dan BAB bayi. Tapi kalau ibu mau pakai kapas basah atau washlap sih silahkan ya.

daftar-perlengkapan-bayi-baru-lahir



Perlengkapan Tambahan


Perlengkapan tambahan yang ku maksud adalah perlengkapan yang bersifat tambahan saja. Beberapa perlengkapan hanya berfungsi mempermudah. 
  • Baby carrier/ Gendongan. Dengan kondisiku sekarang aku lebih suka pakai gendongan disbanding dengan stroller. Gendongan yang aman untuk bayi tentunya. Aku akan buat postingan terpisah ya gendongan apa saja yang cocok untuk NB.
  • Stroller. Kalau ibu ada budget lebih dan butuh silahkan beli.
  • Car seat. Tentu saja untuk yang memiliki kendaraan mobil aku menyarankan untuk punya car seat (for safety reason tentunya bukan buat gaya).
  • Baby bouncer. Ini pun bukan perlengkapan wajib, jika ada budget lebih silahkan beli kalau tidak ada ya jangan maksa pak suami untuk membelikan ya.

Sepertinya segitu list yang bisa ku share. Untuk perlengkapan lainnya seperti peralatan ASIP (Pompa ASI dll); peralatan MPASI (Slow cooker, baby food maker dll) bisa dibeli menyusul. Ketika bayi baru lahir ibu dan bayi sebaiknya fokus untuk belajar menyusui langsung. Buat proses menyusui langsung senyaman dan menyenangkan untuk ibu. Peralatan MPASI bisa disiapkan menjelang bayi berusia 6 bulan. Siapa tahu juga nanti ada yang kasih kado perlatan MPASI kan supaya gak mubazir..hehehe.
Dari list yang tulis diatas silahkan jika ada yang ingin menambahkan ya. Bebas…bisa tuliskan di kolom komen dibawah. 
Sekian blog post aku kali ini. Mohon doanya ya ibu-ibu agar persalinan anak kedua ini berjalan sesuai rencana. Sampai jumpa di blog post selanjutnya!


|Pic. Source: Canva.com




#PreggyTips: 10 Items On Your First Trimester Pregnancy Survival Kit (Agar Lebih Mudah Melewati Trimester Awal Kehamilan)

first-trimester-pregnancy-surviva-kit


Hi moms!

Trimester pertama kehamilan adalah masa-masa tersulit. Tubuh kita sedang mengalami perubahan hormon yang terkadang menimbulkan kondisi yang tidak nyaman. Aku sendiri dari hamil pertama dan kedua ini di trimester awal mengalami mual dan muntah. Walaupun mungkin tidak terlalu parah, karena aku masih bisa makan tapi tetap saja rasanya tidak nyaman. Aku pernah dengar ada yang mual dan muntah sampai tidak bisa makan. Ada juga yang sama sekali tidak mual dan muntah. Memang akan berbeda kondisinya disetiap orang. Untuk itu aku mau berbagi sedikit tips berdasarkan pengalamanku, ini seperti "must have item" yang bisa membantuku ketika mengalami morning sickness dan kondisi lainnya di trimester pertama kehamilan. Siapa tahu ada calon ibu baru disini, semoga ini membantu ya. 


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

1. Prenatal Vitamin


Biasanya setelah melakukan test pack dan tahu hamil, aku akan segera periksa ke dokter kandungan. Aku mau memastikan kondisi janin. Juga untuk dapat prenatal vitamin yang sesuai. Kalian bebas pilih mau berkunjung ke dokter kandungan siapa di RS mana pun. Atau kalau mau periksa di klinik Bidan pun tidak masalah. Terpenting periksakan terlebih dahulu lalu jika dapat prenatal vitamin kalian jangan lupa untuk minum. 
Mungkin prenatal vitamin tidak akan membantu mengurangi gejala awal kehamilan seperti mual. Tapi prenatal vitamin sangat penting untuk perkembangan janin yang ada dikandunganmu. Untuk prenatal vitamin aku hanya ikut apa yang diresepkan dokter. Aku gak beli prenatal vitamin diluar itu. Tapi bebas ya, kalau misalkan kalian mau beli misal, Blackmores atau merk lainnya asal pastikan sudah ditanyakan ke Obgyn kalian sebelumnya.  


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

2. Botol Minum


Kondisi mual dan muntah bisa memicu dehidrasi. Ibu hamil tidak boleh sampai mengalami itu karena akan berpengaruh ke kondisi janin. Jadi, sebisa mungkin aku cukup minum air. Aku mensiasati membawa botol minum. Karena pada awal kehamilan anak kedua ini aku harus training ke Jakarta yang mengharuskan aku menempuh perjalanan 1-2 jam. Aku selalu bawa air minum sendiri dari rumah untuk diperjalanan. Kemudian aku akan refill di tempat training sebelum aku pulang. Kalau di kantor, mejaku cukup dekat dengan dispenser jadi aku hanya menyediakan gelas besar bertutup diatas meja.
Dirumah pun begitu, aku usahakan tetap cukup minum. Kalau aku pribadi ketika mual aku lebih suka minum air hangat. Tetapi ada juga yang bilang air es bisa membantu untuk mengurangi mual. Pokoknya senyamannya kamu saja, lebih suka air hangat atau air es silahkan pilih. 


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

3. Snack Bar atau Biskuit


Seperti yang tadi aku sudah bilang ada beberapa ibu hamil yang mengalami mual dan muntah sampai susah makan. Kalau aku masih bisa makan walaupun dengan porsi kecil. Jadi, disela jam makan aku sempatkan ngemil. Cemilan yang pas menurutku ya snack bar seperti soy joy, bengbeng, biskuit atau granola. 
Biasanya kamu akan merasa lambung serba salah, diisi makanan salah gak diisi lebih gak enak. Untuk itu usahakan pilih cemilan sehat yang gampang dicerna. Jadi lambung tidak terlalu bekerja dengan berat. Sebaiknya hindari makan gorengan, berlemak (kalau aku gak bisa makan daging) dan pedas. Cemilan buah juga bisa jadi pilihan kalau tidak repot untuk mempersiapkannya.



first-trimester-pregnancy-surviva-kit

4. Permen jahe atau asam


Permen jahe akan berguna untuk mengurangi mual. Kalau kalian suka kalian bisa sediakan ini. Bisa juga permen asam seperti gulas. Tapi saranku sebelum makan permen asam kalian pastikan lambung tidak dalam keadaan kosong mencegah heart burn dan lambung perih.



first-trimester-pregnancy-surviva-kit

5. Teh


Segelas teh hangat bisa juga membantu mengurangi rasa mual. Beberapa ada yang bilang teh papermint juga bisa membantu. Hanya saja saranku kalian harus tanyakan ke tenaga kesehatan mengenai boleh tidaknya penggunaan teh herbal.



first-trimester-pregnancy-surviva-kit

6. Pregnancy Bra


Jangan ragu untuk segera membeli bra khusus ibu hamil atau bahkan bra menyusui. Karena tubuh akan segera mengalami perubahan, payudara membesar dan lebih sensitif sehingga bra yang biasa dipakai akan terasa kurang nyaman. Pengalamanku pakai bra yang biasa itu lebih ketat sehingga terasa pengap. Aku lebih suka pakai bra menyusui yang ukurannya besar tanpa busa. Lebih nyaman. 


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

7. Belly Butter (Body Moisturizer, Bio Oil, Baby Oil)


Memakai belly butter dari awal kehamilan menurutku sangat penting untuk membantu mencegah dan mengurangi stretch mark. Waktu hamil anak pertama aku agak gak peduli mengenai ini. Tapi setelah mengalami sendiri, aku jadi agak menyesal gak mulai perawatan dari awal. Perawatan itu menurutku adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri bukan karena orang lain. 
Tenang saja, kamu gak perlu pakai strech mark cream yang harganya mahal. Kamu bisa pakai hand & body lotion yang biasa kamu pakai (pastikan kandungannya aman untuk ibu hamil) atau bisa pakai VCO bahkan bisa pakai baby oil. Intinya kamu melembapkan kulit perut, kalau kulit perut lembap bisa mengurangi rasa gatal dan strech mark.



first-trimester-pregnancy-surviva-kit

8. Baju/ Pakaian Longgar


"Memangnya di trimester pertama sudah perlu beli baju hamil?" 
Gak harus beli baju hamil di trimester pertama. Tapi kamu bisa mulai memilih baju yang kamu punya. Pilih baju yang ukurannya besar, supaya kamu lebih nyaman. Dijamin ketika mengalami mual, pusing atau bahkan muntah pasti kamu akan lebih memilih menggunakan pakaian yang nyaman.
Aku pribadi selama hamil gak suka pakai baju pas dibadan, pasti aku pakainya baju yang longgar. Jeans aku tinggalkan bahkan maternity jeans pun aku gak tertarik untuk beli. Aku lebih suka pakai kaos oblong dengan leging atau daster kalau dirumah. Kalau pergi aku lebih suka pakai dress. Atau atasan longgar dengan celana hamil. Karena aku berhijab, tentu saja aku menghindari memakai leging sebagai luaran jika pergi keluar rumah. Nyaman tapi tetap sopan.


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

9. Aroma terapi


Di awal kehamilan hidungmu akan lebih sensitif dengan bau. Pas hamil anak pertama aku gak suka bau dapur dan gas. Jadi aku jarang masak waktu itu. Aku suka sama wangi parfum yang lembut. Jadi aku masih bisa pakai parfum. Juga di kamar masih pakai pengharum ruangan. 
Nah, pas hamil anak kedua ini semua bau mengganggu buatku. Dari yang bau gak enak seperti sampah, sampai wangi parfum. Aku gak suka. Jadi, aku gak pakai apapun. Ah...kecuali bau minyak angin hahaha. Jadi aroma terapi disini maksudku adalah bau-bauan yang kamu suka saja. Kalau gak suka ya jangan. 


first-trimester-pregnancy-surviva-kit

10. Kantong plastik hitam


"Loh ini kok masuk list?"

Hahaha iya, pengalaman ketika berpergian dengan grab car waktu itu aku mual dan mau muntah. Bingung dong, udah pusing keringet dingin tapi bingung masa mau muntah di mobil. Alhasil aku ngomong sama driver dan Alhamdulillah si bapaknya sedia kantong plastik hitam. Yaudah gitu lah ya..
Persiapan lebih baik sih. Gak usah malu juga kalau muntah, namanya juga lagi hamil muda. Waktu itu aku minta maaf sama si bapaknya terus kata beliau "gapapa mba namanya juga lagi hamil, lagipula saya sudah biasa bawa penumpang kok mba gak masalah". Kalau kamu cuma dirumah saja sih ya gak perlu sedia ini ya. Kalau mau muntah ya tinggal ke toilet saja.. hehehe.


10 item, berdasarkan pengalamanku sih itu ya. Aku tegaskan aku bukan expert, jadi murni artikel ini aku buat untuk sharing sesama ibu apalagi kalau disini ada yang baru pertama kali hamil.  Buat kalian kalau ada yang lebih perpengalaman dari aku bisa share juga kira-kira apalagi ya yang bisa masuk list yang bisa membantu ibu melewati kehamilan trimester pertama. Semoga tulisan ini membantu ya. Terimakasih sudah mampir di blog aku. Sampai jumpa di #pregnancytips selanjutnya!!


first-trimester-pregnancy-surviva-kit


#PreggyJournal First Trimester: Pandemic, Heart Burn And I'm Still An Amateur

preggy-journal-first-trimester-pandemic-heart-burn


Hi beautiful mommies!

I'll be a mother of two...

Sama seperti kehamilan anak pertama, dikehamilan kedua ini saya mau buat #preggyjournal yang akan saya post di blog ini. Tujuan supaya suatu saat saya bisa baca kembali apa yang saya rasakan atau kondisi saya selama kehamilan. Ini akan menjadi jurnal setiap trimester. Saya tidak akan menulis secara detail, hanya garis beras kondisi yang saya alami selama kehamilan mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Sebagai catatan agar bisa saya baca kembali ketika nanti saya hamil lagi 
Walau kondisinya tidak sama persis antara kehamilan pertama dan kedua ini tetapi secara garis besar keluhan yang mengganggu saya ternyata sama.


Kehamilan saya sekarang memasuki minggu ke-12. Akan melewati trimester pertama. Saya baru sempatkan menulis, karena jujur saja mengatur mood saat hamil muda dan ditengah kondisi pandemi ini lumayan susah buat saya. Berikut rangkuman kondisi yang saya alami selama trimester awal.


Morning sickness? No, it's twilight sickness!

Untuk kondisi ini saya tidak kaget, karena sewaktu hamil anak pertama saya juga gak mengalami morning sickness yang waktunya beneran di pagi hari. Saya jarang mual saat pagi. Kondisi di pagi hari biasanya malah tubuh saya masih segar. Nah, mual dan muntah malah muncul kebanyakan di sore menjelang malam. Entah kenapa, kalau dari tebakan saya sih karena tubuh saya sudah lelah beraktivitas seharian.
Mengatasinya? Tidak ada yang khusus. Hanya saja makanan dan minuman hangat biasanya lebih membantu mengurangi mual. Saya sempat mencoba permen asam untuk mengatasi rasa mual, berhasil tapi setelahnya mual datang lagi malah lebih tidak enak. Jadi ya, minuman hangat sepertinya lebih tepat buat saya. Apalagi kalau buatan suami tercinta dijamin mual hilang.


Superhero dengan indera penciuman tajam

Ini juga, saya juga mengalami indera penciuman semakin tajam di kehamilan yang kedua ini. Waktu hamil anak pertama saya paling tidak suka dengan bau gas. Jadi saat itu saya sangat malas untuk ke dapur. Karena bau dapur gak enak. Nah..di kehamilan kedua ini, lebih banyak bau yang tidak saya suka...hahaha. Pokoknya semua yang menyengat saya gak suka. Bahkan parfum yang wanginya menyengat saja buat kepala saya pusing.
Kalau penciuman ini ya...terima saja. Karena gimana ya mengatasinya, paling bisa menghidari bau yang tidak kita sukai. Tapi tenang saja masuk minggu ke-12 indera penciuman mulai normal kembali.


Pusing!

Awal kehamilan kedua ini kegiatan saya agak banyak. Selama 5 hari saya harus bulak-balik Jakarta-Rumah, berangkat jam setengah 6 pagi pulang jam 4 sore. Selama 5 hari itu saya selalu merasa pusing dan mual di kendaraan. Sampai rumah tepar. Hanya bebersih lalu tiduran. Gak bisa nemenin anak main karena kelelahan.
Kalau sudah merasakan pusing saya hanya perlu tidur istirahat. Tapi tentunya perut sudah terisi sebelum tidur. Besok paginya sudah segar lagi. Tapi sungguh 5 hari itu berasa menyiksa, ditambah kabar pandemi Covid-19 di Indonesia lagi panas-panasnya. Kondisi saya terpengaruh sekali dengan berita-berita yang ada. Sempat malas beraktivitas, maunya tiduran saja, saking cemasnya saya gak mau keluar bahkan cuti kerja. Stress Management saya memang kacau, ditambah saya sedang hamil jadi saya semakin parnoid dengan kondisi yang ada. Sampai akhirnya saya tidak mau lagi buka twitter (karena semakin banyak baca twitter semakin pusing kepala) dan tidak lagi mengikuti kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saya mengetahui apa yang perlu saya ketahui saja.


Hurt Burn

Saya kira saya tidak akan mengalami heart burn ini lagi. Karena jujur saja, pola dan jenis makanan yang saya makan masih lebih baik hamil kedua ini. Saya juga mengira akan lebih pro dikehamilan kedua, tapi nyatanya tidak. Kehamilan kedua sama saja balik ke amatir lagi. Saya lupa, saya merasa ini semua seperti hal yang baru lagi. Jadi ya saya lupa kalau waktu hamil Sabina saya pernah mengalami hurt burn.
Pemicu hurt burn juga ternyata sama yaitu daging. Ya Allah kenapa harus makanan enak sih. Kalau dari yang saya baca, pemicu hurt burn itu sama seperti maag makanan pedas, asam dan berelemak. Ibu hamil yang memiliki riwayat maag memang lebih mungkin mengalami hurt burn. Terjadi karena sistem pencernaan melambat, kondisi lambung juga berubah selama hamil. Jadi saat hamil bukan harus makan banyak, melainkan makan cukup. Makan dengan porsi sedikit namun sering. Saya lupa loh dulu sampai atur jam makan dan ngemil. Untungnya hurt burn saya ini tidak separah saat hamil pertama. Saya langsung stop makan daging, mengurangi asam dan pedas (kalau ini sih kadang khilaf).

Baca juga: #PreggyTips: 8 Cara Mencegah Heart Burn


Pandemi oh pandemi

Hamil disaat pandemi seperti ini tentu saja tidak ada yang mau bahkan membayangkannya saja tidak. Tapi, bisa apa saya selain berusaha sebaik mungkin menjaga kondisi kesehatan saya, kandungan dan keluarga. Saya baru sempat periksa kehamilan 1x selama 12 minggu ini. Hanya di minggu ke-5, awal setelah test pack.
Selama ini saya minum vitamin yang diresepkan Obgyn saya. Selebihnya saya tidak ke RS, belum USG lagi. Dilema sekali untuk ibu hamil periksa ke RS. Saya dan suami memutuskan untuk periksa selanjutnya di klinik bidan saja. Alhamdulillah selama 12 minggu ini tidak ada keluhan yang berat dan mengkhawatirkan. Rata-rata keluhan sudah pernah saya rasakan. Jadi penanganannya ya berdasarkan pengalaman saat hamil anak pertama saja.

Di trimester pertama kehamilan tubuh sedang mengalami peningkatan kadar estrogen dan hCG jadi wajar kalau keluhan-keluhan itu datang. Kondisi keluhan mual, muntah, pusing dan indera penciuman yang tajam seiring bertambahnya usia kandungan akan hilang.
Kalau saya rangkum keluhan yang saya rasa ini semua masih bisa diatasi sendiri. Caranya dengan mengetahui kondisi tubuh mommies sendiri. Selama keluhannya tidak parah dan membahayakan. Kalau sudah merasa keluhannya parah atau keluhannya terus berlangsung padahal sudah trimester 2 atau trimester 3 kehamilan, jangan ragu ragu untuk konsultasikan ke dokter.
Terakhir untuk sesi curcol kali ini, saya berharap semoga pandemi ini segera berlalu sehingga kondisi kembali normal. Semoga kehamilan saya (dan mommies yang sedang hamil juga) berjalan lancar, sehat-sehat dan berjodoh kembali dengan ibu bidan Rochma (bidan yang membantu saya melahirkan Sabina). Sekian preggy journal trimester pertama. Terima kasih sudah mau membaca curhatan ibu hamil ini. Sampai jumpa di blog post selanjutnya!



3 Recommended Books That You Should Read During Pregnancy

3-rekomendasi-buku-untuk-calon-ibu

Hi Beautiful Mommies!!

Actually, this article was on the draft from the time I was pregnant. Nearly 2 years ago. I always stop to finishing it. Either because there is another work to be done first or I forget to continue writing.
Finally, I published this blog post. This is about 3 Recommended Books That You Should Read During Pregnancy.
When I was pregnant, I had some wishes and plans regarding the birth process and parenting style that I would use. These 3 books that I think are most helpful for realizing that plan. I read these books not only during pregnancy, even after giving birth sometimes I read this book when I need to confirm something (from the contents of the book) that I forgot.
Since I live in Indonesia, most of the books that I will recommend are books from Indonesian authors and in Bahasa Indonesia. There is only 1 book written by an American author and in English. So, what are the books? Let's read more below.




I purchase these 3 books on Google Book. I didn't have a problem reading electronic books. But if you are used to reading printed books, these three books are available in printed versions too. You can search for offline and online bookstores.





3-rekomendasi-buku-untuk-calon-ibu
Photo Source: Google Books


  • #BebasTakut Hamil Dan Melahirkan (Author: Yesie Aprilia)
Yesie Aprilia is a midwife, activist of Gentle Birth. She has blog BidanKita. Her blog contains knowledge about pregnancy, childbirth, and gentle birth. From the beginning of my pregnancy, I had liked to read her blog. Because it was my first pregnancy and I felt I had to read a lot to fill in my knowledge. What Yesie wrote on her blog has a clear source of information. He even included research and journals to support her article.
This book kinda a summary of her blog. It contains information about pregnancy and childbirth. Self-empowerment during pregnancy so that you are ready to face the birth process. The contents of this book are divided into 2 parts. Part 1 talks about how Celebrating Your Pregnancy. Discuss how to get through pregnancy properly, prenatal gentle yoga, advice during pregnancy, breathing exercises, preparation for birth and birth plans.
Part 2 talks about Childbirth Comfortably. In this section, we will find out the phases of labor. Special info for childbirth companions. Labor complications. Childbirth is free from fear.
I recommend you to read this book from the first trimester of your pregnancy. So that you can get through pregnancy and childbirth properly.


3-rekomendasi-buku-untuk-calon-ibu
Photo Source: Google Books

  • Buku Pintar ASI dan Menyusui (Author: F B Monik)
This book contains information about breastfeeding. Discussion about breastfeeding, Lactation Management, Early Breastfeeding Initiation, Breastfeeding Problems, Breast Milk Management, Nutrition for breastfeeding moms and Support for breastfeeding.
I recommend this book for you, who want to give exclusive breastfeeding for your baby. So that you know the knowledge about breastfeeding and can face breastfeeding problems that may occur. Breastfeed is like a riding bicycle. The more often you practice the faster you find balance. This book will help you with the theory before you start the breastfeeding journey.
My sister in law recommends this book to me. She lent me this book even after I was married for a month. She is very visioner, right.



3-rekomendasi-buku-untuk-calon-ibu
Photo Source: Google Books

  • Belly Laugh (Author: Jenny McCarthy)
For me, this is not the first imported book I read. This is the most entertaining book among other imported books that I have ever read.
It contained the story of a pregnant woman (Jenny McCarty) about her pregnancy. What's special is that the pregnancy story is written with humor. What is written by the author is all that will be experienced during pregnancy. But written in a style that is funny, more honest. Pregnancy is not merely something glamorous. Many people sometimes do not tell this rationally and consciously. Most only complain or give too much positive affirmations.
While reading this I did not stop laughing. No wonder the title of the book is Belly Laugh.

Reading is one of my hobbies. I used to prefer reading novels, romance or science fiction. But since I was pregnant I started reading books about health, pregnancy, and parenting.
I didn't read too many books during pregnancy. Only these 3 books that I finished. For me reading while pregnant is sometimes difficult because of the "Pregnancy Brain". So I think 3 books is enough. Hopefully, the essential things are already in these books.
Hopefully, this blog post helps you guys. Always happy and stay healthy. Thank you for stopping by. Please, if there is a book that you want to recommend, write it in the comments box bellow. See you later!




Motherhood: Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Hospital Bag



Hi, Beautiful Mama (or to be)!!


Sebenarnya niatan untuk membuat artikel mengenai Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit ini sudah ada dari sebelum melahirkan Sabina. Tapi, saya khawatir karena belum pernah punya pengalaman melahirkan jadi daftarnya pasti hanya berdasarkan teori saja. Jadi saya memutuskan untuk membuat artikel tips ini setelah melahirkan. Supaya saya bisa kasih daftar yang sesuai dengan kondisi yang saya alami. Agar daftarnya berisi perlengkapan yang esensial. Hanya sajaa...saya baru sekarang sempat menulisnya..hehe. 

Daftar peralatan yang akan tuliskan ini semuanya berdasarkan pengalaman saya melahirkan. Standar yang saya pakai juga berdasarkan pengalaman saya melahirkan Partus Spontant. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk yang melahirkan secara SC, untuk jenis atau jumlah perlengkapannya bisa disesuaikan ya jika mama akan melahirkan secara SC.

Disclaimer, daftar ini disesuaikan dengan pengalaman saya partus spontan di klinik bersalin bidan. Saat itu saya menginap hanya 1 malam. 

Sebelum membuat daftar perlengkapan yang harus dibawa, ada 3 hal penting yang mama harus ingat yaitu:

  • Ringkas. Usahakan semua perlengkapan yang akan mama bawa dimasukan dalam 1 tas. Tujuannya supaya tidak terlalu banyak tas. Mama bisa pakai koper supaya perlengkapan bisa masuk semua.
  • Tanyakan kepada pihak RS atau Klinik Bersalin fasilitas apa saja yang akan mama dapat ketika melahirkan disana. Mama harus tanya dengan detail. Tujuannya agar mama bisa meminimalisasi bawaan dari rumah. Tanya apakah dapat diaper newborn, pembalut bersalin, baju dll. Biasanya kalau bersalin di RS atau Klinik ada paket bersalin, nah jangan lupa tanyakan apa saja yang di dapat ketika mengambil paket bersalin A, B atau C. Jangan malu bertanya ya ma..
  • Jangan membawa semua perlengkapan. Lala... Ini berdasarkan pengalaman pribadi, saat itu saya bawa banyak barang yang ternyata malah tidak terpakai. Saat itu saya bawa pompa ASI yang ternyata tidak terpakai. Karena saat itu saya belajar memberikan ASI langsung (direct breastfeeding). Jadi daftar perlengkapan yang dibuat harus difikirkan benar-benar sih akan terpakai atau tidak. Don't be over packing!

Lalu lanjut ke Daftar Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit. Saya akan bagi 3 daftarnya ya. Perlengkapan untuk bayi, perlengkapan untuk Mama dan perlengkapan untuk pendamping persalinan (suami). Apa saja daftarnya? Yuk lanjut baca dibawah ini.

Perlengkapan untuk bayi
1. Diaper ukuran newborn 10pcs
(Psst FYI lagi ada diskon 22% untuk pembelian MamyPoko ukuran NB di Orami buruan yuk ma sebelum kehabisan)
2. Baju bayi. Ini tergantung preferensi mama, kalau bayi ingin dibedong bisa bawa jump suit. Kalau tidak ingin dibedong bisa bawa sleep suit yang tangan dan kaki sudah tertutup.
3. Baju untuk pulang. Kalau menurut mama ini perlu silahkan bawa kalau gak ya gak perlu juga gapapa.
4. Alat mandi bayi. Dari pengalaman saya sih peralatan mandinya dapet dari Klinik. Kalau gak dapet bawa alat mandi bayi yang perlu saja ya. Seperti sabun, sampo & minyak telon. Bayi baru lahir gak perlu krim-krim yang bermacam-macam kok. Oia sabun mandinya bisa cari yang Baby Bath and Shampoo, supaya sabun dan sampo sudah jadi satu kemasan.
5. Tissue basah. Fungsinya untuk mengganti diaper. 
6. Tissue kering. Banyak berguna pokoknya deh.
7. Miten & Kaos Kaki. Ini kalau bayi tidak dibedong atau kalau pakai baju pendek. Supaya wajahnya gak lecet kena kuku. Karena bayi baru lahir kan suka banget garuk-garuk wajah.
8. Topi Bayi. Untuk menutupi kepala bayi.
9. Hand Sanitizer
10. Bedong bayi 2-3pcs (opsional)
11. Selimut (opsional)
12. Wadah plasenta (opsional, kalau sudah dapat dari RS atau Klinik gak perlu bawa).

Perlengkapan untuk Mama
1. Pembalut bersalin 1 pack. Menurut saya lebih enak pakai pembalut bersalin ketika habis melahirkan spontan. Saya kan ada luka jahitan episiotomy saya merasa lebih nyaman ketika pakai pembalut bersalin karena biasanya lebih tebal. Siap-siap bawa lebih untuk pembalut ini, karena kan setiap 4 jam sekali harus diganti.
2. Baju kancing depan atau nursingwear untuk memudahkan mama ketika menyusui.
3. Baju pulang. Mama boleh lah bawa baju yang lebih presentable asalkan memudahkan mama dalam menyusui.
4. Underwear ukuran besar. Setelah melahirkan BB kita tidak serta merta kembali ke semula ya ma. Jadi utamakan kenyamanan.
5. Bra menyusui.
6. Korset atau gurita. Modelnya tergantung preferensi mama. Sekarang ini sudah banyak korset melahirkan yang gampang dipakainya dengan velcrow.
7. Peralatan mandi mama. Handuk, sabun, sampo, sabun cuci wajah dll (termasuk makeup kalau memang merasa perlu).
8. Pain killer. Ini yang paling saya sesali tidak saya sediakan. Pengalaman saya melahirkan setelah bius habis luka jahitannya mulai berasa sakit, padahal saat itu saya lapar pakai banget. Secara habis mengeluarkan tenaga banyak, akhirnya saya minta pain killer lagi ke bidan. Tujuannya cuma supaya bisa makan..haha.
9. Baju panjang, kaos kaki & selimut. Sehabis melahirkan saya merasa dingin. Entah kenapa saya belum tahu secara ilmu kebidannya gimana. Jadi lebih baik sediakan baju panjang atau kaos kaki atau selimut.
10. Bantal Menyusui, supaya mama lebih nyaman menyusuinya.
11. Botol semprot. Buat apa? Biasanya di RS kan pakai closet duduk yang pakai flush. Nah untuk yang partus spontan apalagi yang dapat jahitan terkadang si flush ini tuh semprotannya terlalu kuat. Jadi supaya luka jahitan gak sakit pakai botol semprot atau botol yang bisa di squeeze. Kalau ada gayung ya pakai gayung aja. ;)
12. Plastik hitam. Penting untuk membuang pembalut bekas, diaper bekas atau sampah lainnya.
13. Buku periksa kehamilan. Ini untuk jaga-jaga kalau ada kondisi emergency.

Source Pict: Freepik


Perlengkapan untuk Suami
1. Baju ganti suami. Pilih yang nyaman seperti bahan kaos.
2. Underwear
3. Jaket
4. Dokumen-dokumen seperti. KTP, KK, kartu asuransi atau kartu BPJS.
5. Charger
6. Perlengkapan foto jika ingin mendokumentasikan proses kelahiran.

Nah selesai, Daftar Perlengkapan Yang Harus Dibawa Dalam Tas Rumah Sakit. Sekali lagi daftarnya saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya. Maaf kalau ada yang kelewat dan tidak dimasukan. 
Menurut mama masih ada yang kurang kah? Yuk share di kolom komen kalau ada yang perlu ditambahkan lagi daftarnya.
Sekian postingan saya kali ini. Semoga daftar ini bermanfaat dan bisa membantu mama yang akan mempersiapkan Hospital Bag. Untuk mama yang akan menanti persalinan, always happy semoga semuanya diberi kesehatan agar persalinannya berjalan lancar. Amin.. Terimakasih sudah berkunjung di blog ini. See you!





#PreggyJournal 3rd Trimester: Senam hamil, Posisi Janin, Cuti Hamil dan HPL

Hi beautiful moms!!


Huaahhh...usia kandungan saya sekarang sudah memasuki #39weeks. Kalau baca-baca #PreggyJournal yang sebelumnya pernah saya tulis, rasanya bersyukur sekali bisa sampai di tahap ini. Doakan supaya sehat selalu dan lancar dipersalinan nanti ya moms. Kalau ditanya deg-degan atau tidak, saat ini sih saya belum merasa deg-degan. Saya masih santai, tapi gak tau juga ya kalau nanti sudah berasa kontraksi semoga sih gak heboh ya biar tenaga gak terbuang percuma. Di trimester ketiga ini saya mau cerita beberapa pengalaman yang saya dapatkan. Harapannya sih semoga moms yang sedang hamil anak pertama seperti saya mendapatkan informasi bermanfaat. Tapi kalau ternyata di tulisan ini saya malah terlihat seperti curcol-an maklumi ya moms, namanya juga calon emak.
 

  • Senam Hamil
Dari awal kehamilan saya suka sekali baca mengenai Gentle Birth dan cita-cita saya bisa lahiran normal (Amin Ya Rabb). Jadi saya memperbanyak baca buku atau blog dan mengikuti informasi di berbagai media sosial mengenai Gentle Birth. Saya jadi tahu mengenai Prenatal Yoga, Pilates dan senam hamil. Sebenarnya maunya ikut prenatal yoga, tapi sulit sekali cari kelas yoga yang dekat dengan tempat tinggal saya. Sebenarnya ada di daerah Sukaresmi Lippo Cikarang, tapi masih jauh sih dan pak suami gak mau antar. Secara dari senin-jumat sudah macet-macetan antar jemput saya kerja ke arah Jababeka. Jadi weekend maunya buat istirahat. Akhirnya saya cari informasi lagi dan dapat kelas senam hamil di RS Permata Jonggol. Kalau dari segi lokasi lalu lintas ke RSnya lancar dan lebih dekat. Jadilah saya ikut senam hamil di RS Permata Jonggol. Biayanya untuk yang datang per pertemuan Rp 30.000 dan untuk yang paketan Rp 100.000/4 kali pertemuan. Saya sempat ikut 6 kali pertemuan. Maunya sih sampai saat melahirkan, tapi ternyata bidan instrukturnya mau cuti panjang di bulan Februari. Tapi saya sudah foto semua gerakan senamnya supaya bisa tetap senam dirumah.
Olahraga untuk ibu hamil penting loh moms, supaya kondisi tubuh kita ini sehat melewati kehamilan dan persalinan. Tujuannya juga untuk mengoptimalkan posisi janin. Penting untuk yang lahiran normal.
  • Posisi Janin
Masuk usia sekitar 35 minggu, saya sedikit stress dengan posisi janin. Jadi bidan instruktur senam bilang kalau anak pertama masuk 34 minggu kepala janin harus sudah dibawah, tapi saat senam itu saya diperiksa si bayi masih bergerak. Sepanjang senam saya stress sekali, rasanya nafas juga semakin pendek, pokoknya senam hari itu saya merasa tersiksa. Lalu besokannya ketika periksa saya cerita ke bidan yang memeriksa saya (kliniknya akan saya ceritakan di postingan berbeda ya). "kepalanya masih ngegantung ya bu...?". Lalu kami ngobrol. Bu bidan Rochma memang tipenya santai gak nakut-nakutin kalau memang gak ada keluhan atau gangguan medis lain. Bu bidan malah bilang "wis..santai aja mba. kepala belum mapan (belum masuk pinggul) gak apa-apa. Dirimu masih kerja toh, masih banyak gerak. Tapine sungsang buat saya juga gapapa kok. Berat bayinya sudah 2Kg ya, normal. Nanti usahakan 3.5Kg pas sudah 38an minggu eh tapi yo mau gede bayinya juga gak masalah ding". Alhamdulillah rasa khawatir saya berkurang.
Bahkan kemarin ini pas usia 38 minggu saya periksa lagi kepalanya bayi sudah mapan. Tinggal menunggu tanda-tanda melahirkan. Sudah dikasih tips lagi seperti biasa, diingatkan harus tenang  pas kontraksi (kalau ini sih gak tau deh pas hari H nya gimana). Semoga persalinan saya nanti lancar, sehat semua, ibu, bayi, bapak, bu bidan, keluarga dan semua yang akan bantu persalinannya. Amin ya Rabb. Mohon doanya ya moms.
Untuk mengoptimalkan posisi janin ada beberapa gerakan mudah yang bisa moms lakukan. Seperti, jalan kaki dengan langkah lebar. Squat atau jongkok berdiri. Pelan-pelan saja kalau melakukan jongkok berdiri ini. Bisa juga minta bantuan suami untuk memeganngi. Nungging, kalau shalat sujudnya bisa agak dilamain. Ada juga gerakan yoga tapi lebih baik dilakukan dengan pengawasan instruktur. Biar gak salah gerakan. 
  • Cuti Hamil
Kalau bahas mengenai kehamilan itu gak akan ada habisnya dengan komentar dari para komentator..hihihi. Termasuk cuti hamil. Ada banyak saran kapan waktu yang pas untuk mengambil cuti hamil. Di Indonesia ada peraturannya ya moms wanita hamil mendapatkan cuti selama 3 bulan (kurang lama bu menteri...). Kalau baca diperaturannya sih 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Penerapannya berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaanya sendiri. Kalau di tempat saya bekerja 3 bulan cuti boleh diambil kapan pun. Mau dari lama gapapa atau mau nunggu kontraksi dulu baru cuti juga gapapa. Kalau saya pribadi ambil cuti sekitar 3 minggu sebelum HPL. Sebenarnya sih karena saya sudah merasa capek di jalan. Jalanan dari rumah ke tempat kerja memakan waktu 1 jam menggunakan motor, belum lagi kalau macet. Aduhai sekali rasanya bok*ng ini pegalnya. Saya bisa 2x berhenti istirahat buat meregangkan kaki dan paha.
Saya juga ingin punya waktu untuk beres-beres rumah dan perlengkapan bayi. Kalau kerja saya gak punya waktu untuk bersih-bersih perlengkapan bayi. Weekend yang ada saya gunakan untuk istirahat. Seminggu cuti ini saja belum semua perlengkapan beres, masih dicicil yang dibersihkannya, apalagi cuaca sedang hujan terus duh jemuran lama kering jadinya 
Oia tapi setiap ibu punya pertimbangan berbeda ya. Jadi selagi ibu hamil masih kuat bekerja tidak masalah ambil cuti mendekati HPL.

  • HPL
Nah ini hal lain yang menyebalkan dari sederet pertanyaan yang ditanyakan ke ibu hamil. Haha jadi mau buat list pertanyaan menyebalkan yang didapat selama hamil, tunggu yaa.. Jadi kalau sudah hamil tua, apalagi sudah masuk 9 bulan beberapa orang akan menanyakan kapan lahiran, atau paling tidak kapan perkiraan lahirannya. Mungkin untuk orang yang menanyakan itu adalah suatu bentuk kepedulian. Tapi...terkadang malah jadi menyebalkan. Apalagi kalau pertanyaannya didapat ketika sudah lewat HPL tapi belum lahir juga. Kalau yang saya alami sampai saat ini sih ya belum sampe bikin stress, tapi ya sudah cukup bikin nyengir meringis sambil istighfar dalam hati dan menghela nafas "sabar". Makanya lebih baik jangan kasih tahu HPL ke orang-orang yang bertanya. Ya tapi sih menurut saya paling bagus merahasiakan HPL. Biar orang-orang gak nanya atau komen kenapa belum lahir. 
Kalau masih ditanya jawab saja sambil senyum semanis dan sesumringah mungkin "rahasia... rahasia Allah..."

Apapun hal yang terjadi di trimester akhir kehamilan, bumil harus tetap semangat dong! Sebentar lagi akan bertemu bayi yang selama ini sudah dicintai, disayang, dijaga dan diperjuangkan selama 9 bulan. Tidak putus berdoa agar lancar proses persalinan dan diberikan kesehatan untuk semuanya. Amin.

See you soon ya...

#PreggyTips: DIY Maternity Photoshoot (Dengan Budget Minimum)

Hi Beautiful Moms!


Setiap kali buka Instagram dan lihat foto-foto maternity dari para artis & selebgram kok keceh-keceh banget ya. Pas lihat foot note fotografernya, hmmm iya pantas lah keceh ya cyiinn . Paling banyak foto-fotonya hasil jepretan RioMotret dan Diera Bachir. Duh..kebayang ya moms budget untuk fotografi dan videografi kehamilan kalau fotografernya mereka. Kalau saya sih tentu lah tak sanggup bayarnya biarpun ngambil paket yang paling murah...螺.
Tapi gimana ya emak hamil ini pengen banget gitu punya kenang-kenangan foto pas lagi hamil (padahal udah banyak banget foto). Akhirnya sebagai emak hamil dengan kreatifitas tinggi, saya pun mencari cara agar tetap bisa foto keceh dengan budget minimum (apalagi kalau no budget itu lebih kreatif lagi pasti ). Biasanya foto maternity dilakukan ketika usia kandungan diatas 30 minggu (biar perutnya sudah keliatan besar). Kalau saya kemarin foto di usia kandungan 34 minggu, tadinya mau pas usia 36 atau 38 minggu tapi kebayang pasti udah 'ngap' pergi-pergi kalau semakin besar kandungan. 
Saya mau berbagi tips nih buat moms yang ingin melakukan maternity photo shoot tetapi gak mungkin mengeluarkan dana besar (secara ya perlengkapan bayi lebih penting untuk dipersiapkan). Apa saja tipsnya? Yuk simak dibawah ini...

  • Pilih Tema Foto
Pertama tentukan tema foto. Kalau dilihat tema foto maternity yang paling minim budget adalah tema yang kasual. Tidak memerlukan banyak properti atau kostum. Moms dan suami tinggal menyiapkan pakaian kasual paling keceh yang sudah dimiliki, jadi tidak perlu membeli baju baru deh. Moms bisa pakai dress dari bahan kaos, kaos+celana jeans hamil atau kalau masih muat pakai dress formal yang biasa dipakai kondangan. Lalu suami bisa pakai kemeja+jeans, kaos+jeans atau kalau ingin formal juga bisa pakai kemeja+celana bahan. Pokoknya mix and match saja pakaian yang ada dilemari...
Temanya foto bareng Captain Amerika

Kalau saya kemarin sempat galau mau pakai baju apa, secara semua dress kondangan sudah tak muat dan dress bahan kaos beberapa panjangnya ngatung dibagian depan karena perut sudah buncit. Celana jeans sudah ditinggalkan sejak lama dan gak punya celana jeans hamil. Untung saja setelah bongkar-bongkar lemari masih ada satu dress warna merah yang masih muat dan panjangnya juga pas tidak ngatung. Lalu dipadukan dengan jaket jeans biar terkesan kasual. Makeup? Iya dong pasti lah pakai biar gak buluk-buluk banget pakai bedak, mascara, dan tidak lupa gincu dengan warna cetar. Makeupnya sendiri aja ya moms, kan gak perlu makeup yang tebal gimana gitu. Kalau pak suami pakai kaos andalan dia dan celana jeans. Pas suami pakai kaos itu saya berasa foto sama Captain America deh..

  • Tentukan Lokasi
Tentukan lokasi foto ingin indoor atau outdoor. Jika indoor lebih baik dilakukan dirumah sendiri. Jika outdoor sebelumnya moms bisa survey terlebih dahulu ke lokasi tersebut jika diperlukan. Lokasi foto sesuai dengan keinginan dan budget moms. Kalau ada budget lebih bisa ditempat wisata seperti kebun raya bogor, hutan mangroove, penangkaran rusa atau tempat wisata yang dekat dengan rumah biar gak lelah diperjalanan. Jangan lupa pastikan kita tahu ketentuan tempat wisata tersebut jika kita akan membawa peralatan kamera. Karena setiap tempat wisata memiliki ketentuan yang berbeda-beda.
Kanan jalanan, Kiri lapangan bola
Nah...kalau mau yang minim budget moms bisa cari taman kota atau tempat di dekat rumah dengan pemandangan yang bagus dan menarik. Saya sendiri melakukan foto di pinggir jalan perumahan tetangga... Tempatnya lumayan kalau buat foto karena banyak pepohonan. Memang sih jadi malu kalau tetiba ada orang lewat yang ngeliatin. Tapi cuek aja lah ya kan jadi berasa model pro kalau diliatin . Untungnya kemarin kami foto pada pagi hari sekitar jam 9, jadi tidak banyak orang yang duduk-duduk disepanjang jalan. Kalau sore pasti ramai jadi susah cari background nantinya.

Mau foto gandengan ala-ala prewed tapi gagal, maklum dulu gak pake prewed

Candid

  • Persiapkan Peralatan
Nah ini yang penting. Karena tidak semua moms memiliki kamera DSLR atau Mirorless mungkin bisa disiasati dengan meminjam kamera ke teman dekat. Kalau perlu pinjam sekaligus dengan yang punya kameranya (untuk dijadikan fotografer). Kalau kamera HP sudah dirasa cukup moms juga bisa pakai kamera HP. Kebetulan saya punya kamera jadi saya tinggal mencari fotografernya saja. Saya minta tolong ke teman suami untuk menjadi fotografer. Moms, yang dimintai tolong harus bisa pakai kamera dan bisa foto ya. Biar hasilnya bagus.
Fotografer dadakan kami, kakak Acep ini punya bakat terpendam buat cari angle yang bagus. Jadi saya mah percaya hasil foto-foto bagus ini berkat bakat beliau juga. Oh iya yang mau kepoin orangnya silahkan lihat IG @ceppnur hehehe... 
Kakak fotografer

Daripada moms menyewa fotografer pro, lebih baik minta bantuan teman sendiri lalu nanti moms bisa kasih hadiah atau traktir makan/nonton sebagai bentuk terimakasih. Sebenarnya moms juga bisa foto pakai tripod, jadi tinggal pasang timer di kamera lalu bergaya deh. 
Properti lain yang bisa dipersiapkan misalnya hasil foto USG, pakaian bayi, sepatu bayi, papan dengan tulisan atau balon. Kemarin kebetulan masih ada balon  sisa waktu acara pernikahan (dah lama yaa buuk) jadi saya bawa saja untuk dipakai foto. Lalu ada flower crown punya adik saya bekas dia sidang dan warnanya pas dengan dress yasudah dipakai saja... Jadi moms manfaatkan saja apa yang ada dirumah..


  • Edit Foto
Kalau moms tipe yang puas apa adanya dengan hasil foto ya bisa saja langsung publish atau cetak fotonya. Kalau saya sih pasti saya edit dulu fotonya. Diatur-atur brightness, contrast dll biar fotonya tambah kece. Moms bisa pakai aplikasi edit foto apapun. Untuk di PC biasanya saya pakai Photoshop, LightRoom dan untuk di HP saya biasa pakai Snapseed, Vsco, PicArt dll.
Edit pakai Snapseed
Versi foto sendiri

Nah Maternity photo gak harus mengeluarkan biaya besar kan . Moms bisa siasati dengan tips-tips diatas. Apalagi jaman sekarang semua sudah punya smartphone yang bisa digunakan buat foto dan hasilnya pun sudah bagus. Oh iya InsyaAllah saya juga mau membagikan rekomendasi aplikasi edit foto untuk moms yang suka buat pregnancy atau baby milestone. Ditunggu yaa.
Kalau ada moms yang punya tips lainnya untuk maternity foto dengan budget minim, silahkan share ya di kolom komen. Tetap positif dan bahagia jalani kehamilannya... Sampai jumpa di #PreggyTips selanjutnya 