Powered by Blogger.

Search This Blog

Motherhood: 10 Peralatan Saat Menyusui (Breastfeeding Basket)

Pict Source: swaddlesnbottles.com


Hi beautiful mama!

Perjalanan panjang dalam proses menyusui Sabina sampai sekarang telah memberikan banyak pengalaman. Salah satunya adalah si Breastfeeding Basket ini. Breastfeeding basket sama halnya dengan Postpartum Basket. Yaitu wadah yang berisi perlengkapan menyusui. Kok menyusui saja butuh perlengkapan sih ma? Yup ternyata butuh. 
Cerita sedikit ya, ketika awal-awal minggu menyusui apalagi setelah ASI keluar lancar kan pastinya kita akan selalu melakukan kegiatan menyusui. Dilakukan sambil duduk di kamar atau tempat tidur. Nah kadang, disaat menyusui itu kita butuh sesuatu contohnya air, karena percaya lah ma menyusui itu bikin haus (dan lapar tentunya haha). Kalau kita belum mempersiapkan gelas atau botol pasti kita akan ribet minta tolong atau kalau gak ada yang bisa dimintain tolong terpaksa telan ludah kehausan. Dulu itu yang saya alami, karena awalnya merasa si breastfeeding basket ini tidak terlalu penting. Tapi kalau nanti hamil dan punya anak lagi pasti...pasti...saya akan persiapkan si breastfeeding basket ini.
Maka tujuan Breastfeeding Basket ini adalah mempermudah mama pada saat menyusui. Jadi basket/ wadah yang akan mama persiapkan bisa diletakan di meja kamar atau di dekat tempat mama biasa menyusui. Ok, tanpa panjang lebar lagi perlengkapan apa saja yang perlu mama persiapkan dalam Breastfeeding Basket ini? Here is the list:

1. Botol minum ukuran besar (1Liter)
Seperti yang sudah saya tuliskan diatas. Selama proses menyusui mama akan merasa haus. Lebih baik mama persiapkan botol berisi air, kalau bisa yang ukuran besar supaya gak bulak-balik isi ulang. 
2. Pompa ASI Silicon Manual/ Penampung ASI
Saya pernah review pompa ASI Manual yang dari bahan silicon disini, merk Mooimom. Saya suka sekali sama pompa ASI mooimom manual ini karena cocok digunakan untuk menampung ASI yang rembes dari payudara sebelah ketika kita menyusui. Here is some info ma, ketika nanti menyusui misal kita menyusui dengan payudara sebelah kanan nah payudara sebelah kiri biasanya akan keluar ASI juga ada efek Let Down Reflex. Daripada sayang si ASI kebuang maka mama bisa menampungnya dengan milk saver atau pompa ASI silicon manual untuk nantinya disimpan sebagai stok ASI perah.
3. Wadah ASIP 
Wadah ASIP ini pastinya digunakan untuk menyimpan ASI hasil tampungan. Saya sarankan sih pakai plastik ASIP saja kalau pakai BKA takut pecah. Tapi kalau dirasa pakai BKA pun aman ya monggo ya ma.
4. Cemilan
Saya tempatkan ini di awal-awal list ya, soalnya selain haus mama juga akan gampang lapar saat menyusui. Usahakan sediakan cemilan sehat. Kalau saya sih dulu cemilan saat menyusuinya kacang telur atau kacang almond. Tapi kalau lagi bandel makan coklat, basreng, sosis bakar, chees stick atau mie ayam (loh loh ngemil atau makan berat nih?). 

5. Kain bedong
Fungsinya buat lap lap sisa ASI di bibir bayi atau bisa juga untuk lap payudara setelah menyusui. Bisa juga sebagai burping cloths, dipakai ketika mensendawakan bayi setelah menyusui.

6. Breast Pad
Ini bisa jadi pilihan mama juga ketika ASI rembes. Tapi memang sayangnya ASI jadi terbuang percuma. Hanya saja terkadang dalam situasi tertentu mama membutuhkan si breast pad ini. Jadi tidak ada salahnya untuk menyediakan ini dalam breastfeeding basket.
7. Nipple Cream
Pada minggu-minggu awal menyusui ada sebagian mama yang mengalami nipple cracking atau puting lecet. Biasanya diakibatkan oleh posisi pelekatan yang tidak benar. Mama harus melakukan pelekatan yang benar selain itu mama juga bisa pakai nipple cream untuk mengatasi lecet ini. Pilih nipple cream yang aman untuk bayi. Saya tidak punya rekomendasi khusus, hanya saja saat itu saya pakai VCO dan si Eart Mama Angel Baby Nipple Butter. Saya pakai ini setelah menyusui lalu ketika akan menyusui kembali saya bersihkan dulu sisa-sisa VCO dan Nipple Butter-nya.
8. Bantal Menyusui
Bantal menyusui sepertinya memudahkan ya untuk mama ketika menyusui. Mama tidak pegal. Saya sendiri saat itu pakai bantal biasa tapi kayaknya kalau lihat bantal menyusui lebih nyaman ya. Mama bisa persiapkan sesuai dengan kebutuhan dan budget.
9. Paracetamol
Ini untuk apa ma? Pengalaman saya di hari ke-5 setelah melahirkan saya mengalami demam sampai menggigil. Gak tau kenapa, mungkin saat itu sedang proses pembentukan ASI Transisi dari Kolostrum. Ada beberapa mama yang mengalami demam atau meriang pada masa pembentukan ASI. Untuk mengatasi meriang dan demam mama boleh minum paracetamol yang aman dikonsumsi oleh Ibu hamil dan menyusui.

10. Tisue
Tau kan fungsinya tisue..hehe. Ini untuk lap-lap apapun, tumpahan ASI, mulut bayi, lap tangan mama ya pokoknya untuk bebersih ya.

Nah itu 10 peralatan yang dibutuhkan untuk menyusui. Semoga membantu untuk mama semua yang akan memulai memberikan ASI. Kalau ada yang perlu ditambahkan share di kolom komen ya ma. Terimakasih telah berkunjung ke kacamatahayuni.com, sampai jumpa di blog post selanjutnya!!



6 comments

  1. Wah ada juga ya,

    Klo sudah dipersiapkan gini nanti nggak akan bingung mencari ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. Paling penting sih botol minum dan kain bedong. Kalau pas menyusui kan hausnya yah...dulu kalau kehausan serumah dipanggilin buat ambilin minum. Hehe...

      Delete
  2. Lengkaap sekali mbak isinya...dulu juga saat pertama kali punya anak dan menyusui sy sempat demam sampai 39. Rasanya sungguh tidak nyaman belum lagi rasa sakit saat belajar menyusui karena pelekatan belum benar. Anak kedua Alhamdulillah sudah tidak begitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Pengalaman memang memberikan pelajaran ya, supaya pas yang kedua menyusuinya lebih lancar.. :D

      Delete
  3. Jadi teringat saat repotnya anak kedua. Saya tak berani kasih ASIP karena tak mengerti cara yang benar. Akhirnya baby boy dibawa nanny tiga jam sekali untuk ngASI. Duh, repotnya mondar mandir. Next saya harus persiapkan ini semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mba untuk anak selanjutnya mau mempersiapkan ini.. hehe. Terimakasih sudah berkunjung mba :D

      Delete