Powered by Blogger.

Search This Blog

#PreggyTips: 8 Cara Mencegah Heart Burn (Asam Lambung Naik) Saat Hamil

Hi momies!


Gimana kondisi kehamilannya? Semoga momies dan calon baby sehat selalu ya. Kali ini saya mau sedikit berbagi pengalaman ketika usia kandungan memasuki trimester 2, sekitar minggu ke-16. Saat itu mual dan muntah sudah mulai berkurang. Lalu kondisi badan juga lebih segar. Tetapi seiring berkembangnya janin saya merasa bagian perut saya semakin membesar dan seperti sesak. Sesaknya terasa kalau memakai pakaian yang terlalu pas. Saat itu saya belum membeli celana hamil. Saya masih pakai celana kerja saya yang memang bagian pinggang ada karetnya.
Saya merasa lambung saya juga cepat penuh. Saya gak bisa makan banyak. Kalau kekenyangan rasanya begah. Tapi kalau telat makan juga gak enak. Jadi serba salah. Saya merasa kondisi semakin parah saat setelah Idul Adha. Saya merasa makanan yang saya makan keluar lagi begitu saja. Bukan karena mual tetapi karena merasa perut penuh, sakit di ulu hati. Saya sampai merasa nyerinya sampai ke punggung. Kalau kata suami sama seperti mag saat asam lambung naik. Waw...saya memang punya mag tetapi tidak pernah separah ini walaupun telat makan. Kalau dari hasil searching dikenal dengan Heart Burn.
Saya sampai tidak bisa tidur. Sudah minum air teh, air hangat, juga tidak membantu. Semua makanan dimuntahkan. Saat itu suami searching bagaimana mengatasi Heart Burn, karena kondisi saya saat itu cukup merepotkan. Lalu saya diminta menumpuk bantal dan punggung saya dipijat oleh suami. Besokannya saya memutuskan untuk tidak kerja (banyak bolos euy...), istirahat di rumah. Ternyata Heart Burn merupakan kondisi yang wajar dialami ketika hamil. Apalagi seiring dengan membesarnya janin lambung akan semakin terdorong. Bumil dengan riwayat penyakit mag akan lebih besar kemungkinan terkena Heart Burn. Gejalanya seperti rasa tidak nyaman di lambung bahkan yang parah adalah menyebabkan nyeri tukak lambung dan dada terasa panas.
Saya dan suami merangkum hasil searching mengenai Heart Burn dan mempraktekan untuk menghindari saya terkena Heart Burn. Berikut beberapa tips dari yang bisa saya rangkum.

  1. Banyak mencari informasi mengenai kehamilan. Kondisi umum yang akan dialami ibu hamil dan nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil. Cari tau tambahan kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Jadi kita tahu seberapa banyak kita akan menambahkan asupan makanan ketika hamil. Karena ibu hamil bukan berarti harus makan dengan porsi double sekali makan. Setahu saya ibu hamil hanya butuh tambahan kurang lebih 15% dari asupan makanan normal. 
  2. Mengetahui kondisi tubuh selama kehamilan. Tidak ada salahnya kita coba observasi kondisi tubuh kita selama hamil. Ada yang aneh atau tidak. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu juga harus diingat dan diperhatikan apakah mempengaruhi kehamilan atau tidak. Setelah itu kita akan paham bagaimana memperlakukan tubuh kita selama hamil.
  3. Membuat jadwal makan. Tidak ada salahnya mengatur jadwal makan, kalau perlu pasang alarm. Saat ini banyak aplikasi di smartphone untuk mengatur jadwal makan dan minum. Saya sendiri membuat jadwal makan 2 jam sekali. Jam 7-8 sarapan pagi, jam 10-11 ngemil (bisa buah atau biskuit), jam 12 makan siang, jam 3 sore ngemil lagi, jam 6-7 malam makan malam. Jadwalnya tidak perlu saklek diikuti yang penting kita tahu kapan harus makan dan kapan harus ngemil. 
    Atur jadwal makan
  4. Makan dengan porsi sedikit. Nah...ini yang kadang dilupakan oleh ibu hamil. Apalagi memasuki trimester kedua dimana kondisi tubuh sudah lebih segar. Pasti jadi ingin makan semua makanan. Padahal makan dengan porsi sedikit tetapi sering lebih baik. Hal ini dikarenakan pencernaan kita selama hamil akan melambat. Maka lambung akan butuh waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan. Jadi logikanya jika makan dengan porsi sedikit lambung tidak akan bekerja terlalu keras. 
  5. Hindari makanan yang terlalu pedas, berlemak atau makanan yang bisa memicu asam lambung meningkat. Boleh makan apa saja asal tidak berlebihan. Pengalaman saya, saat itu saya makan rujak dan daging (pas Idul Adha menu dirumah beberapa hari adalah daging) saya juga makan dengan tidak teratur jadilah terkena Heart Burn.
  6. Hindari berbaring atau tidur setelah makan. Usahakan setelah makan jangan langsung tidur, hal ini akan memicu makanan terdorong lagi ke tenggorokan. Saran saya makan malam jangan dekat dengan jam tidur. Paling tidak beri jeda 1-2 jam.
  7. Jika terasa Heart Burn usahakan duduk. Atau jika harus berbaring posisikan kepala lebih tinggi. Sandaran dengan bantal yang ditumpuk.
  8. Setelah makan usahakan jangan terlalu banyak minum air. Secukupnya saja agar lambung tidak semakin penuh. 

Jika Heart Burn sudah sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi dengan tips-tips diatas lebih baik segera konsultasikan ke dokter.
Semoga tips-tips diatas dapat membantu momies mencegah Heart Burn. Tetap jalani kehamilan dengan sehat dan bahagia... Happy Preggy!! See you! 珞



No comments