Powered by Blogger.

Search This Blog

Showing posts with label Mooimom. Show all posts
Showing posts with label Mooimom. Show all posts

Nyamannya Pakai Bamboo Postpartum Belly Band Corset MOOIMOM Pasca Melahirkan

review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Halo bunda-bunda cantik!

Akhir Oktober lalu aku baru saja melahirkan anak kedua. Aku merasa kehamilan anak kedua ini lebih menantang. Selain karena hamil ditengah kondisi pandemi, kondisi tubuhku sendiri memang berbeda dari kehamilan pertama. Mungkin karena faktor usia sudah kepala tiga ya. Aku merasa kehamilan kedua ini kenaikan berat badan lebih banyak, padahal berat badan bayi lebih kecil dari yang pertama.

Di trimester akhir lebih sering merasakan sakit pinggang. Kondisi tubuh setelah melahirkan pun begitu. Sewaktu anak pertama berat badan cepat sekali turun dan perut pun lebih cepat susut kebentuk semula. 

Nah ini lahiran anak kedua kemarin, seminggu setelah melahirkan berat badan turun sedikit banget. Perut? Jangan ditanya menggelambirnya kayak apa. Belum lagi kegiatan menyusui, ditambah seminggu setelah melahirkan aku sudah aktif menulis blog, punggung dan pinggangku rasanya cepat sakit dan pegal pokoknya dududu banget.

Waktu habis melahirkan anak pertama dulu aku rajin pakai gurita dan bekung. Anak kedua ini sudah malas karena merasa repot. Cara pakai gurita dan bekung kan butuh waktu ya. Sedangkan sekarang ada si kakak juga yang harus diurus. 

Akhirnya mencari korset yang praktis digunakan. Pilihan jatuh pada,

MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset


review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset


Kenapa memilih MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset?


Seperti yang sudah ku ceritakan diatas sewaktu anak pertama aku pernah pakai bekung dan gurita. Tetapi anak kedua ini aku merasa repot kalau harus memakai bekung dan gurita, jadi aku putuskan mencari korset. Nah, MOOIMOM ini salah satu brand perlengkapan ibu & anak yang aku percaya kualitasnya. Aku pakai Silicone Breast Pump dari MOOIMOM dan puas dengan kualitasnya.

Dalam memilih korset ada beberapa hal perlu diperhatikan. Bahan korset, fungsi dan kemudahan dalam pemakaian. Ketiga hal ini yang akan aku bahas selanjutnya. 

Bahan


MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset terbuat dari serat arang bambu (41% Nylon, 16% Rayon, 24% Rubber Thread, 19% Bamboo Charcoal) yang ramah lingkungan sehingga memiliki daya serap yang baik, wicking & breathable, anti bakteri dan anti bau.


review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Selain itu keunggulan korset ini juga memiliki Anti Elektromagnetik memberikan perlindungan terhadap gelombang radiasi elektromagnetik yang dapat mengganggu kesehatan. 

Pertama kali pegang Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini memang terasa bahannya lembut. Pas dipakai pun nyaman sekali tidak membuat kulit iritasi dan gerah. 

review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Oh iya satu yang penting, di box terdapat informasi cara mencuci korset ini tidak boleh menggunakan mesin cuci. Jadi perlu diingat ya bund cucinya pakai tangan saja.

Fungsi


Seperti diketahui pemakaian korset, gurita atau bekung diperlukan pasca melahirkan. MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini juga memiliki fungsi untuk mengembalikan perut pasca melahirkan. Korset ini dapat mengencangkan kulit sekitar perut sehingga mencegah peregangan bertambah parah dan mengembalikan postur tubuh lebih ramping dan tegak.

review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Untuk anak kedua aku kan direct breastfeeding juga, jadi terasa sekali punggung dan pinggangku kalau kelamaan duduk menyusui terasa sakit. Buatku sendiri Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini selain membantu mengembalikan bentuk perut pasca melahirkan dapat membantu mengurangi rasa nyeri punggung dan pinggang akibat posisi menyusui. 

review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Ketika harus menulis blog bekerja di depan laptop pun aku pakai korset ini. Membantu memperbaiki postur badan ketika duduk sehingga dapat mengurangi rasa pegal.

Dipakai untuk beraktivitas lainnya seperti mengerjakan pekerjaan rumah pun korset ini sangat nyaman. Karena terbuat dari bahan berkualitas.

Cara Pakai


MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini tipe yang menggunakan perekat (velcrow), sangat mudah cara pemakaiannya bund.

Pertama, letakkan korset dibagian belakang pinggang. Kemudian tarik bagian samping sehingga menutupi perut. Jika bunda ada luka bekas operasi sc, tarik ke depan sampai menutupi luka. Kemudian tarik bagian samping perekat. Terakhir tarik kedepan dan pasangkan strap perekat yang kecil. Tingkat kekencangan bisa disesuaikan dengan keinginan bunda. Tapi kalau aku biar mantap sih aku pakai agak kencang. Untuk lebih jelas bisa lihat gambar ya bund.

review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



review-mooimom-bamboo-postpartum-belly-band-corset



Korset MOOIMOM ini enaknya lagi ada pilihan ukuran. Ada M, L dan XL. Aku pakai yang ukuran L. Tapi bahannya elastis kok jadi bisa menyesuaikan bentuk tubuh. Perekatnya bisa disesuaikan saja.

Korset ini bisa digunakan setelah 2-3 hari setelah persalinan normal. Karena 30 hari pasca melahirkan adalah periode emas untuk tetap langsing dan sehat maka sangat dianjurkan memakai korser setelah 30 hari persalinan secara teratur dapat mengurangi sakit punggung dan pinggang serta badan terlihat lebih ramping. 


Secara keseluruhan aku suka sekali pakai Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini. Aku sudah pakai kurang lebih seminggu untuk membantu mengencangkan perut gelambirku pasca melahirkan. Aku juga merasa nyaman pakai ini sambil menyusui dan duduk mengetik di depan laptop. Bahan korsetnya pun sangat nyaman digunakan, tidak gatal dan tidak gerah. Juga mudah dipakai.

Buat bunda yang baru saja bersalin dan menunggu persalinan, MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset ini bisa dibeli di website www.mooimom.id dengan harga Rp 756.000. Bisa pakai kode BLOGHAYU10 untuk mendapatkan diskon.

Yuk bunda untuk info mengenai produk ini dan produk mooimom lainnya bisa cek







Review Hayuni: Pompa ASI Philips Avent, Mooimom dan Real Bubee


Hi beautiful moms!
Sudah hampir 3 bulan saya cuti dari pekerjaan. Sebentar lagi sudah harus balik ngeburuh pabrik (sekarang sih udah beneran balik ngeburuh). Huhuhu sedih tapi setiap orang pasti harus menghadapi konsekuensi atas pilihan yang diambil. Saya sendiri tahu dan menerima konsekuensinya walaupun tetap saja ada drama. Sementara waktu Sabina bakal diasuh sama mbah uti, karena kami (hasil diskusi sekeluarga besar ya bukan cuma maunya ibuknya Sabina ajah ) masih was was kalau Sabina harus diasuh orang lain. Rencananya habis lebaran baru pakai pengasuh. Iya...InsyaAllah walaupun Sabina ditinggal kerja dia tetap ASI. Dari kondisi saya juga tidak ada kendala apapun dalam memberikan ASI jadi kalau lancar sampai 2 tahun juga saya perjuangkan untuk ASI.

Nah...sebagai ibu bekerja saya sudah mempersiapkan diri untuk memberikan ASIP untuk Sabina. Jadi dari sebelum lahiran saya sudah menyicil peralatan ASIP. Pompa ASI, botol kaca (ini sih dikasih kakak ipar tercinta & dapat pinjeman dari teman kantor), alat sterilisasi (ini juga dipinjemin teman kantor), cooler bag ASI, kantong ASI dan freezer (ini sih pakai kulkas yang ada saja imbasnya bapak tidak boleh nyimpen es batu ).
Untuk kali ini yang akan saya bahas adalah pompa ASI. Review ini berdasarkan pengalaman dan pendapat saya ya. Kalau berbeda dengan moms jangan nyinyir okey share saja pengalamannya di kolom komen. Saya punya 3 pompa ASI. 2 yang beneran pompa yang 1 lagi seperti penampung ASI gitu (review singkat pernah saya post di IG). Kita bahas satu persatu ya…


  • Philips Avent Natural Manual Breast Pump
Philips Avent

Pompa ini saya tahu dari hasil blog walking, banyak para ibu yang pakai dan bilang ini pompa OK. Awalnya saya mau beli pompa ASI yang elektrik tapi saya berfikir takut gak kepakai sayang kalau beli mahal (padahal ini pompa juga mahal ). Lalu cari rekomendasi pompa ASI manual yang tidak membuat PD sakit muncul Philips Avent Manual Natural Breast Pump ini.


Part Pompa
Pompa ASI

Harga pompa ini sekitar Rp 500.000 -700.000 (Saya sih waktu itu beli dapat harga Rp 500.000). Pertama kali pakai sakit, saat itu kondisi puting saya kanan kiri lagi lecet parah sampai berdarah. Kalau kata teman yang sudah berpengalaman bilangnya kalau pertama kali pompa memang sakit. Berarti merk pompa ASI gak ngaruh dong 樂. Lalu setelah kondisi puting membaik saya coba pakai pompa ini lagi. Saya sendiri gak ada komplain dengan kualitasnya. Tuas pompanya enak gak keras, ada bantalan silikon di corongnya jadi nyaman. Keliatan bahan plastiknya bagus, part pompanya simpel jadi kalau tiap bersihin dan nyuci enak gak ribet. Pokoknya harga sesuai dengan kualitasnya lah. Tapi tetep...pegel pakai pompa manual yah .


  • Mooimom Silicon Manual Breast Pump


Mooimom Silicon Manual Breast Pump

Seperti yang saya ceritakan di IG. Saya tahu pompa ini dari kakak ipar waktu lagi ngobrolin perlengakapan bayi. Awalnya saya ragu mau beli ini, kepakai atau gak ya. Tapi karena waktu Sabina 1 bulan kalau menyusui malam PD sebelah yang tidak disusui penuh sekali sementara kalau tandem pakai pompa manual ribet sekali. Soalnya Sabina gak melulu tenang saat menyusu. Akhirnya saya beli ini. Harga yang merk Mooimom sekitar Rp 140.000an. Tapi ada juga merk lain yang lebih murah dan lebih mahal. Saya belum coba yang merk lain ya.
Sumpah saya gak nyesel sama sekali. Ini sangat berguna. Jadi kalau menyusui malam hari saya bisa tandem tampung ASI dari PD yang tidak disusui. Penggunaannya mudah tinggal tempel. Bahannya dari silicon. Jadi prinsipnya nempel terus nyedot atau nampung ASI yang menetes gitu. Memang tetap harus hati-hati sih supaya gak lepas dari PD pompanya. Tapi sepanjang saya pakai ini sangat memudahkan sih. Love lah pokoknya sama pompa ini .


  • Real Bubee Double Electric Pump


Real Bubee

Nah...kalau pompa elektrik ini rekomendasi dari teman kantor saya. Jadi sewaktu beli Philips Avent Manual Natural Breast Pump kan dikirim ke kantor nah pas banget dia lagi ada diruangan saya. Lalu cerita-cerita tentang pompa ASI deh. Kebetulan dia juga lagi cari pompa ASI (istrinya sih yang lagi nyari). Terus dia cerita ada pompa ASI elektrik murah, merk Real Bubbee desainnya sih dari Eropa tapi manufacture China. Harganya untuk yang double pump aja 150 ribu- 300 ribu. Murraahhh kaann…螺 Tapi karena murah itu saya belum langsung mau beli. Kefikiran buat beli ya pas udah ngerasa pegel pakai pompa manual.



Part Pompa

Part Mesin
Saya tanya sama teman kantor pengalaman istrinya pakai pompa Real Bubbee. Dia bilang lumayan bagus, daya hisapnya juga kuat dan bisa diatur. Akhirnya cerita ke suami dan dia bilang “beli aja, lagian pas awal ditawarin yang elektrik gak mau” . Karena merasa butuh, tapi budget minim, yaudah lah ya gambling saya beli aja. Memang sih kelihatan bahan plastik murah dan mahal yah, plastiknya seperti lebih tipis gitu. Terus valve nya juga terlihat ringkih dan gampang sobek dibanding dengan valve Avent. Tapi sampai sekarang sih pemakaian lebih dari 2 minggu masih ok. Buat pumping di kantor juga enak, jadi lebih cepat karena double pump. Semoga awet ya pompa ini sampai Sabina lulus ASIX bahkan sampai nanti 2 tahun..hihihi .


Nah...itu aja sih review pompa ASI yang saya punya. Dari semuanya, saya suka semuanya..hahaha. Soalnya ketiganya punya kegunaan yang berbeda jadi gak apple to apple kalau dibandingin. Moms ada yang pernah coba 3 pompa ASI diatas juga? boleh share pengalamannya di kolom komen.

Untuk pembelian bisa cek Mothercare yaa...


Update: Mesin pompa Real Bubee punya saya rusak. Kira-kira 2 bulan yang lalu. Sepertinya karena terkena air hujan (loh kok bisa mom?). Iya...saya kalau kerja kan naik motor lalu si tas ASI Gabag disimpan digantungan depan kan pas hujan deras ditengah perjalanan lupa dipindahkan kedalam tas kerja. Sedih deh...mesinnya seperti gak mau kalau dinyalain. Lampunya nyala tapi sebentar terus mati. Pak suami yang katanya mau coba benerin, bilangnya susah dibongkar mesinnya. Untungnya masih ada Pompa Avent. Huhuhu...jadi balik ke manual..

See you on next blog post!!